Pengertian Antibodi Dan Antigen Dalam Dunia Kesehatan

Dalam dunia kesehatan saat ini kita telah banyak mendengar istilah-istilah yang kini menjadi umum untuk di perbincangkan, ini karena lebih banyak orang yang mulai sadar akan istilah-istilah penting dalam dunia kesehatan. Bukan hanya sekedar pengetahuan saja, terkadang istilah dalam kesehatan dapat membantu anda menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang anda alami. Pada pembahasan berikut ini, kita akan membahan dua istilah dalam dunia kesehatan yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari- hari kita yaitu antibodi dan antigen.
ANTIBODI Dan ANTIGEN

Pengertian Antigen Pada Bidang Kesehatan

Antigen adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh yang dapat berupa protein, karbohidrat, asam nukleat atau lipid. Antigen ini berupa zat yang mampu merangsang respon imun atau kekebalan tubuh pada area yang spesifik.  Respon imun akan dilakukan oleh molekul (protein) immunoglobulin yang disebut antibodi, yang dibentuk oleh Blymphocytes dan sel T-helper yang merupakan bahan dasar dari sistem kekebalan tubuh. Jadi, setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh dapat di sebut antigen.

Intinya adalah, antigen merupakan kuman berbahaya dimana ia adalah patogen atau bisa juga ia merupakan produk yang berasal dari kuman tadi. Tidak hanya itu, patogen atau zat asing lainnya yang bertindak seperti ancaman dan dapat mengganggu fungsi normal tubuh kita di sebut antigen.
Untuk menghentikan gangguan yang dilakukan oleh antigen ini maka tubuh kita akan memproduksi antibodi yang tadi disebutkan untuk melindungi diri dan menghancurkan antigen.

Antigen merupakan senyawa organik (protein), polisakarida atau glikolipid. Kadang-kadang seluruh organ atau jaringan yang telah ditransplantasikan ke tubuh seseorang akan ditolak oleh antibodi oleh karna akibat adanya antigen ini dalam organ tersebut,  antibody akan mencoba untuk menghancurkannya. Antibodi memiliki kemampuan untuk mengikat antigen dan dengan demikian ia mampu menetralkan tubuh.

Antigen dihasilkan oleh organisme hidup, yang berevolusi dari generasi ke generasi dan karena itu dapat mengalami perubahan halus dalam komposisi protein, proses yang dikenal sebagai "antigen drift." Sebuah perubahan evolusioner yang mendadak dapat menyebabkan perubahan mendadak dalam struktur protein, yang dikenal sebagai "pergeseran antigen”. Pergeseran antigen membuat antibodi tidak efektif dalam memerangi antigen.

Pengertian Antibodi Pada Bidang Kesehatan

Antibodi adalah nama umum untuk imunoglobulin yang dihasilkan tubuh, tidak peduli bagaimana ini terjadi. Manusia dapat menghasilkan banyak antibodi yang bersifat spesifik. Ini mungkin merupakan proses aktif oleh tubuh yang sehat dalam menanggapi antigen atau benda asing yang telah di sebutkan tadi.

Lebih lanjut bahwa antibodi adalah serum protein dimana ini dapat berarti bahwa mereka biasanya ditemukan dalam darah dan bagian dari protein yang disebut gamma globulin. Singkatnya, mereka adalah racun yang dihasilkan oleh tentara pada tubuh kita untuk menghadapi zat asing yang menyerang tubuh.

Antibodi merupakan bahan dasar dari pertahanan tubuh terhadap infeksi. Dengan mengukur konsentrasi antibodi yang spesifik pada individu dan populasi akan mungkinkan kita untuk menentukan tingkat kerentanan dan ketahanan seseorang terhadap infeksi oleh patogen tertentu. Pada tingkat populasi, ini disebut "sero-epidemiologi."

Struktur tubuh Antibodi

Struktur dari Antibodi ini sendiri jika digambarkan secara umum akan seperti huruf Y. Dua rantai polipeptida panjang yang berdekatan dan identik sedangkan dua lainnya juga identik tapi memiliki ukuran yang lebih pendek dan berjauhan.

Bagian Rantai yang memiliki ukuran panjang tadi dikenal sebagai rantai berat atau rantai H dan rantai yang lebih pendek tersebut dikenal sebagai rantai tipis atau rantai L.
Struktur tubuh Antibodi

Kedua rantai ini dibentuk oleh ikatan disulfida seperti magnet. Kedua rantai memiliki wilayah yang berbeda dan daerah variabel. Wilayah Variabel ini adalah salah satu bagian di mana semua tindakan terjadi. Itu bertindak seperti pengunci, serta digunakan untuk membungkus antigen untuk membunuhnya.

Jenis-jenis antibodi

Ada lima jenis antibodi yang kita ketahui yaitu:

a. Imunoglobulin A

Antibodi ini berjumlah sedikit di dalam serum tubuh.  Bagian spesifik atau tempat terbanyak dijumpai antibody ini adalah pada bagian  saluran nafas, saluran cerna, kemih, air mata, keringat, ludah dan air susu. Fungsi dari antibodi ini adalah untuk menetralkan toksin dan virus, mencegah kontak antara toksin/ virus dengan sel sasaran dan mengumpalkan atau mengganggu gerak kuman yang memudahkan fagositosis.

b. Imunoglobulin M

Antibodi jenis ini diketahui tidak dapat menembus plasenta, dibentuk pertama kali oleh tubuh  akibat rangsangan antigen  sifilis, rubela, toksoplasmosis. Fungsinya adalah mencegah gerakan mikroorganisme antigen  yang memudahkan fagositosis dan Aglutinosis kuat terhadap antigen.

c. Imunoglobulin E

Jumlah antibody ini adalah yang paling sedikit dalam serum. Mudah diikat oleh sel mastosit, basofil dan eosinofil. Kadar antibodi ini akan meninggi pada beberapa gangguan seperti alergi, infeksi cacing, skistosomiasis, trikinosis.

d. Imunoglobulin D

Jumlahnya sangat sedikit ditemukan dalam sirkulasi dan antibodi ini tidak dapat mengikat komplemen. Mempunyai aktifitas antibodi terhadap  makanan dan autoantigen.

e. Imunoglobulin G

Antibodi ini memiliki jumlah yang terbanyak dalam serum seseorang ( sekitar 75% ) dan ia dapat menembus plasenta serta mampu membentuk imunitas bayi dari umur 6 sampai dengan 9 bulan. Mempunyai sifat opsonin  yang berhubungan erat dengan fagosit, monosit dan makrofag. Berperan pada imunitas seluler yang dapat merusak antigen seluler dan berinteraksi dengan komplemen, sel K, eosinofil dan neutrofil.

Reaksi antigen dan antibodi

Reaksi antara antigen dan antibodi bekerja seperti mekanisme kunci. Dalam reaksi ini, epitop antigen bereaksi dengan paratopes antibodi membentuk antigen-antibodi kompleks. Meskipun hal ini sangat spesifik, mereka melakukannya melalui salah satu dari langkah-langkah berikut ini:

a. Aglutinasi

proses ini bekerja dengan cara antibodi dan antigen bersatu yang kemudian dihancurkan oleh fagosit.

b. Presipitasi

proses ini bekerja dengan cara antigen larut dan dihancurkan oleh fagosit.

c. Opsonisasi

proses ini bekerja dengan cara antibodi yang dilapisi di permukaan mikroba setelah antigen di kunci dalam ini membuatnya lebih rentan terhadap fagositosis.

d. Netralisasi

proses ini bekerja dengan cara antibodi menghadang atau menetralkan bahan kimia berbahaya yang dihasilkan oleh antigen. Ini kemudian dihancurkan lagi oleh fagositosis.

e. Aktivasi komplemen

proses ini bekerja setelah mekanisme kunci telah cocok sempurna,
Dengan demikian antigen maupun antibodi akan mati dan dimakan oleg fagosit.