Pengertian Adaptasi Morfologi Beserta Contohnya

Untuk bisa bertahan hidup, setiap mahluk hidup melakukan adaptasi terhadap lingkungan atau habitatnya. Dimana Pengertian adaptasi secara umum adalah kemampuan menyesuaikan diri dari mahluk hidup. Proses adaptasi menjadi hal yang sangat penting karena akan menjadi hal yang membuat mahluk hidup tersebut mampu untuk mempertahankan dirinya dari ancaman linkungan, sehingga ia dapat bertahan hidup. Untuk lebih lengkapnya kami akan menjelaskannya sebagai berikut.
Adaptasi Morfologi

Pengertian Adaptasi

Adaptasi yaitu kemampuan suatu organisme dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau habitanya ( tempat hidupnya ) yang dapat memungkinkan ia tetap hidup dan berkembang biak di dalam lingkungan alaminya. Adaptasi pada makhluk hidup dibagi menjadi 3 macam yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

Menurut Wikipedia, arti dari adaptasi itu sendiri adalah cara bagaimana makhluk hidup dapat mengatasi tekanan lingkungan hidupnya agar bisa tetap bertahan hidup. Dan menurut kamus IPA, adaptasi diartikan sebagai penyesuaian diri dari suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.

Pengertian Adaptasi Morfologi

Adaptasi Morfologi adalah suatu adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup melalui penyesuaian dari bentuk atau alat - alat tubuhnya agar mampu bertahan hidup pada lingkungannya. makhluk hidup menyesuaikan bentuk dan alat tubuhnya umumnya dapat berlangsung dalam rentang waktu yang sangat lama.

Contoh Adaptasi Morfologi Pada Makhluk Hidup

Pada manusia, hewan dan tumbuhan melakukan penyesuain diri terhadap lingkungannya. Bahkan, kita dapat dengan mudah menemukannya di lingkungan kita sendiri.


Adaptasi morfologi pada manusia

Karena manusia dalah mahluk hidup maka ia juga melakukan adaptasi, dengan cara ini ia dapat mempertahankan hidupnya. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

Daun telinga lentur sehingga manusia menjadi aman ketika tidur. Lubang hidung pada manusia menghadap bawah sehingga lubang hidung manusia tidak gampang kemasukkan air hujan dan sebagainya. Kulit manusia akan menjadi hitam jika terlalu lama terkena sinar matahari agar manusia lebih mampu menghadapi matahari. Rambut-rambut halus manusia akan berdiri jika suhu udara sekitarnya rendah dan rambut manusia akan menjadi putih saat sudah lanjut usia atau mungkin faktor lain.

Adaptasi morfologi pada hewan

Seperti halnya manusia, hewan juga memiliki cara adaptasinya sendiri. Mereka melakukannya demi mempertahankan jenisnya di alam. Berikut adalah contoh cara adaptasi hewan.
adaptasi morfologi pada Burung

Bentuk cakar atau kaki pada burung berbeda-beda tergantung dari tempat hidupnya. Jenis kaki pada burung atau aves dapat dibedakan menjadi tiga yaitu tipe perenang, tipe pemanjat, tipe petengger, tipe pejalan, dan tipe pencengkeram.

Burung dengan tipe kaki pencengkeram memiliki kaki yang pendek dan kekar serta memuliki kuku yang runcing, contohnya adalah burung elang. burung yang memiliki tipe kaki pejalan mempunyai kaki yang panjang dan tegak, contohnya adalah ayam. burung dengan tipe kaki petengger mempunyai empat jari dan ukurannya kecil, contohnya adalah burung gelatik. Burung bertipe kaki pemanjat mempunyai 2 jari ke depan dan 2 jari ke belakang, contohnya adalah burung pelatuk. Dan terkahir burung bertipe kaki perenang yaitu burung yang memiliki selaput diantara jari-jari kakinya, contohnya adalah itik.

Selain pada cakar, burung juga memuliki adaptasi pada paruh mereka dimana ini sesuai dengan makanan mereka masing-masing. Contohnya adalah paruh burung pipit yang memiliki paruh pendek dan kuat karena makanannya adalah biji – bijian.

Burung dengan tipe paruh pemakan daging memiliki paruh yang kuat, tajam, dan melengkung pada bagian ujungnya, contonya adalah seperti paruh pada burung burung elang. burung dengan tipe paruh pengisap madu memiliki paruh panjang dan runcing, contohnya adalah burung kolibri. Dan terakhir adalah burung pemakan ikan memiliki bentuk paruh berkantong, yang termasuk jenis ini adalah paruh burung pelikan.

Adaptasi morfologi pada serangga

seperti pada burung, hewan kecil seperti seranggapun memiliki cara adaptasi mereka sendiri. Berikut adalah cara adaptasi dari serangga berdasarkan bentuk mulutnya.

Lalat adalah serangga dengan tipe mulut penyerap mempunyai alat penyerap seperti  spons. Lebah bertipe tipe mulut penjilat  dimana ia memiliki lidah yang panjang. kupu-kupu  adalah serangga dengan tipe mulut penghisap, ia mempunyai bentuk mulut yang mirip dengan belalai dimana ini dapat digulung dan dijulurkan. Nyamuk adalah serangga bertipe mulut penusuk dan penghisap, bentuk mulutnya panjang dan runcing. Semut, rayap dan belalang adalah serangga dengan tipe mulut penggigit, mereka memiliki mulut yang pendek dan runcing.