Bukti Bahwa Benua - benua Pernah Bersatu

kita mungkin pernah mendengar nama PANGAEA, yaitu kumpulan daratan yang sangat luas dimana ia berasal dari kumpulan benua yang ada saat ini. Jadi menurut teori tektonik lempeng yang di kemukakan oleh Afred Wegener, semua benua dulunya bersatu, misalnya saja benua asia dan afrika, benua amerika dan afrika.
bukti benua pernah bersatu
Namun teori ini tidak serta merta di terima oleh para geologist dunia, bahkan teori ini baru diterima saat Afred Wegener telah meninggal karena kurangnya bukti yang menguatkan teori tersebut. Namun, sekarang sudah ada beberapa bukti yang kuat dan dapat di terima. Berikut adalah bukti bahwa benua-benua pernah bersatu :

1. Kesamaan garis pantai

Bukti ini adalah salah satu bukti utama bahwa beberapa benua dulunya pernah menjadi satu. Jika kita melihat peta dunia, kita dapat menggabungkan bentuk pantai dari benua afrika dan benua amerika seperti puzzle. Ini menandakan bahwa dulunya kedua benua tersebut pernah menjadi satu dan terbelah pada massa tertentu.

Namun, tidak serta merta kita dapat mengatakan kedua benua tersebut telah bersatu, namun kita harus mengecek keadaan bebatuan di titik – titik yang memiliki kesamaan tersebut untuk memastikannya. Setelah dilakukan pemetaan pada batas kerak di benua antara benua Afrika dan Amerika. Hasilnya kedua kedua benua tersebut cocok, hanya sekitar 90 kilometer terjadi perbedaan. Sejak saat itu, mulai dipercaya bahwa kedua benua tersebut pada awalnya memang bersatu.

2. Kesamaan karakteristik geologi

Untuk menindak lanjuti kesamaan nomer satu di atas, para ilmuan mulai membadingkan kesamaan karakteristik geologi dari benua yang di duga pernah bersatu. Mulai dari menghitung umur bebatuan yang sama dari garis pantai tersebut dan sebagainya. Pada awal tercetusnya teori tektonik lempeng, ilmu untuk mengukur umur bebatuan belum di temukan sehingga ini menjadi salah satu hambatan dalam memastikan kebenaran teori tersebut.

3. Kesamaan fosil

Kita pasti berpendapat bahwa jika benua penah bersatu maka makhluk hidup yang pernah hidup di sana pasti sama. Oleh karena itu kesamaan fosil yang di temukan pada kedua daerah tersebut haruslah sama. Bukti ini akan memperkuat bukti pertama dan kedua. Ditemukan fosil paku purba Glossopteris menjadi indikasi bahwa dulunya benua Afrika, Amerika, Australia, India dan Antartika bersatu dalam sebuah benua besar yang dinamakan Pangaea.

4. Medan Magnet Purba (Paleomagnetism)

Sekitar tahun 1950-an, diadakan penelitian tentang medan magnet purba yang dikenal dengan istilah Paleo-Magnetik. Paleo-Magnetik adalah ilmu yang mempelajari arah medan magnet bumi purba yang terekam dalam batuan selama proses pendinginan batuan tersebut. Dan lagi – lagi ini adalah sebagai bukti bahwa benua dulunya pernah menjadi satu.

Setelah ditemukan bukti-bukti di atas, pada tahun 1960-an para ilmuan sangat yakin dengan konsep continental drift yang digagas oleh Afred Wegener. Pada akhirnya konsep Afred Wegener dinamakan sebagai Teori Tektonik Lempeng.