Perpindahan Bakteri Suatu Spesies Ternyata Sangat Mudah

Para peneliti menemukan bahwa mutasi genetik pada bakteri menular ke manusia dan memungkinkan dapat  menular ke kelinci. Penemuan ini memiliki implikasi besar tentang bagaimana kita menilai risiko penyakit dari bakteri yang dapat melewati ( berpindah ) antara manusia dan hewan. Diketahui pula bahwa sedikit saja mutasi genetik yang terjadi, sudah cukup  untuk mendukung transmisi virus (seperti influenza) dari satu spesies ke spesies yang lain. Sampai saat ini kita mungkin berpikir bahwa proses itu mungkin jauh lebih rumit untuk bakteri.

bakteri

Para ilmuwan di Universitas CEU Cardenal Herrera (Spanyol) dan Glasgow dan Edinburgh (Inggris) mempelajari bakteri yang disebut Staphylococcus aureus ST121, yang menghasilkan suatu wabah penyakit dalam industri peternakan kelinci. Mereka menemukan bahwa ST121 kemungkinan besar berevolusi melalui dari manusia ke kelinci sekitar 40 tahun yang lalu dengan mutasi genetik pada DNA bakteri ini.

Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang perubahan genetik minimal yang diperlukan bagi bakteri untuk menginfeksi spesies yang berbeda. ST121 ditemukan di saluran pernapasan dan kulit beberapa orang. Meskipun biasanya tidak berbahaya, bakteri ini dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti infeksi kulit ringan, meningitis dan sepsis. Pada kelinci, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius.

Profesor David Viana dari CEU-UCH Veterinary Faculty, dan Jose Penades dari Institute of Infection,  Immunity and Inflammation di Universitas Glasgow, yang ikut memimpin penelitian ini mengatakan: "Kemampuan untuk patogen beralih spesies inang dan mewabah di populasi baru tersebut adalah perhatian utama para profesional kedokteran hewan dan kesehatan masyarakat. hasil penelitian kami menunjukkan pergeseran dalam paradigma pemahaman tentang adaptasi minimal yang diperlukan pada bakteri untuk mengatasi hambatan pada suatu spesies dan membangun populasi pada spesies baru. "

Profesor Ross Fitzgerald, dari University of Edinburgh Roslin Institute, yang ikut memimpin penelitian ini mengatakan: ". Domestikasi hewan, industrialisasi pertanian dan globalisasi telah memberikan peluang baru untuk transmisi bakteri antara manusia dan hewan, penelitian terbaru ini penting untuk publik. "


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel