Ponsel Pendeteksi Penyakit

Pernah membayangkan jika seseorang di jalan sedang mengendus-endus Ponsel mereka? itu terlihat seperti tidak normal, namun baru-baru ini terdapat penelitian tentang ponsel jenius yang dapat mendeteksi penyakit dengan cara ini.

Ponsel jenius, mendeteksi penyakit dengan di endus


Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Hossam Haick dari Technion-Israel Institute of Technology sedang mengembangkan produk yang ketika digabungkan dengan smartphone, akan dapat menyaring napas pengguna agar dapat mendeteksi penyakit yang mengancam jiwa.
Didanai oleh hibah dari the European Commission, proyek SNIFFPHONE diakui cepat dan murah untuk deteksi penyakit. Ini akan bekerja dengan menggunakan mikro dan nano-sensor yang membaca hembusan napas dan kemudian mentransfer informasi melalui ponsel pada sistem pemrosesan informasi untuk interpretasi. Data tersebut kemudian diolah dan diagnosis penyakit serta rincian lainnya.

Teknologi ini didukung oleh dana hibah sebesar € 6.000.000 untuk memperluas "electronic nose" teknologi breathalyzer yang telah dikembangkan Prof. Haick sejak ia bergabung dengan Technion pada tahun 2006. Teknologi tersebut dapat mengidentifikasi individu dari populasi umum yang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk tertular penyakit tertentu, dan diberi perlakuan lebih cepat atau pada tahap awal.

Badan yang berpartisipasi dalam pengembangan ponsel jenius ini adalah Siemens; universitas dan lembaga penelitian dari Jerman, Austria, Finlandia, Irlandia dan Latvia; dan perusahaan Israel NanoVation-GS Israel. NanoVation-GS adalah Technion spin-off yang dipimpin oleh Dr Gregory Shuster dan Sagi Gliksman, yang sama-sama lulusan dari laboratorium Prof. Haick. Prof. Haick menjabat sebagai Chief Scientific Officer.

"SNIFFPHONE adalah solusi juara. Ini akan dibuat mungil dan lebih murah daripada pendeteksi penyakit saat ini, mengkonsumsi sedikit tenaga, dan yang paling penting, hal itu akan memungkinkan diagnosis awal yang akurat dan non-invasif," kata Prof Haick . "Diagnosis dini dapat menyelamatkan nyawa, terutama pada penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker."

Referensi

  • The above story is based on materials provided by American Technion Society. The original article was written by Jennifer Frey. Note: Materials may be edited for content and length.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel