Senjata Laser Masa Depan Yang Hemat Namun Mematikan

Generasi berikutnya dari senjata masa depan  telah tiba, ini bisa jadi berita yang baik atau malah sebaliknya. Kita tahu bahwa banyak sekali kerusakan yang di akibatkan senjata, apalagi semakin kuat senjata maka daya penghancurnya pun semakin kuat dan luas, itu berarti senjata tersebut semakin mematikan. Jika anda pernah melihat rudal atau tank, anda sepertinya perlu melihat hal yang satu ini. Angkatan Laut AS mengumumkan bahwa senjata laser yang berteknologi tinggi siap untuk menghancurkan musuh dan perahu-perahu kecil lainnya.


Sistem senjata laser ini memiliki daya 30 kilowatt yang sekarang ini ditempatkan di atas kapal USS Ponce, sebuah kapal angkatan laut yang kini ditempatkan di Arab, terletak di sebelah selatan Irak, yang memisahkan semenanjung Arab Saudi dari Iran.

Mereka mengatakan sementara ini mereka belum menggunakan laser baru tersebut untuk menghancurkan target musuh yang nyata, Angkatan Laut siap untuk melakukan hal itu jika suatu saat diperlukan, kata Adm Matthew Klunder., Kepala penelitian angkatan laut AS.
"Diatas USS Ponce, senjata ini telah di uji dan pembangunannya dimulai sejak Agustus 2014, Kita sekarang sedang dalam pengujian operasional dan senjata laser tidak dalam kotak yang menunggu untuk acara khusus," kata Klunder dari wartawan di berita Briefing Rabu (10 Desember) di Washington, DC.

Di bawah Konvensi Jenewa, militer harusnya tidak diperkenankan untuk menggunakan senjata laser secara langsung terhadap manusia (suatu kondisi yang harus dipatuhi Angkatan Laut AS, menurut Optics Org).

Angkatan laut ini mengoperasikan laser menggunakan kontroler, ungkap pejabat Angkatan Laut. Dengan kontroler ini, mereka dapat melakukan berbagai jenis operasi. Jika perahu atau pesawat musuh terlalu dekat dengan sebuah kapal Angkatan Laut, laser dapat mencegah ancaman yang dating tersebut dengan efek yang dikenal optik sebagai "menyilaukan." Pilihan ini tidak mematikan (dimana senjata menggunakan intensitas cahaya yang terang dan menyilaukan musuh) dimaksudkan untuk memberikan peringatan kepada ancaman tersebut, memberikan musuh kesempatan untuk mengubah arah tanpa menembaknya sehingga mereka menjadi berkeping-keping.

Tapi, jika ancaman tersebut terus datang tanpa menghiraukan peringatan tersebut, pemegang kontroler pada kapal Ponce dapat meningkatkan untensitas cahayanya serta memfokuskan cahaya dari senjata laser tersebut, ini dapat melumpuhkan sensor atau sistem kontrol pada pesawat tanpa awak atau kapal musuh. Jika musuh masih tidak mendapatkan pergi, cahaya laser akan diperkuat sehingga mampu menghancurkan ancaman menjadi berkeping-keping.

Uji coba Laser

Dalam uji coba terakhir, mereka berhasil mencapai target perahu kecil yang sedang melaju ke arah kapal Angkatan Laut. Senjata laser ini juga telah menembak sebuah pesawat tak berawak kecil dari langit, ungkap pejabat Angkatan Laut.

Para militer yang menguji laser ini melaporkan bahwa senjata ini bekerja dengan baik bahkan saat angin kencang, panas dan keadaan lembab ( kondisi yang tidak ideal untuk operasi laser ). Data yang dikumpulkan dari percobaan ini akan digunakan untuk mengembangkan senjata laser baru untuk Angkatan Laut di bawah Kantor program Laser Solid State Naval Research. Laser ini di masa mendatang dapat diarahkan ke kapal-kapal besar lainnya (digunakan untuk meluncurkan rudal) dan kapal tempur yang lebih kecil, kata para pejabat Angkatan Laut.

Sistem senjata laser seperti pada kapal USS Ponce tersebut dapat digunakan dalam sistem pertahanan darat serta di udara, ungkap para peneliti Angkatan Laut. Senjata-senjata ini banyak dicari karena mereka tidak memerlukan mesiu yang sangat eksplosif atau gas bertekanan tinggi untuk menghancurkan target musuh, membuat mereka lebih aman bagi personil militer untuk beroperasi. Dan karena semua yang mereka butuhkan adalah pasokan listrik, senjata laser yang mungkin juga lebih dapat diandalkan dibandingkan senjata konvensional.

Tentu saja, militer AS juga menggunakan senjata ini karena alasan ekonomi. Senjata Laser lebih murah dalam biaya pembuatannya, dibandingkan dengan rudal yang seharga jutaan dolar, kata para pejabat Angkatan Laut.

Test terbaru adalah beberapa pengujian yang telah terjadi selama tiga tahun terakhir. Dalam test 2011, senjata laser yang menghancurkan  beberapa perahu kecil dimana dia diluncurkan dari sebuah kapal perang AS.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel