Cumi-cumi dan Kehidupannya

Kita pasti sudah tau hewan yang satu ini, hewan yang bertubuh lunak serta berbentuk silindris ini adalah makanan laut yang sangat digemari oleh kebaanyakan orang, selain rasanya yang lezat juga hewan ini mudah kita dapatkan di pasar-pasar tradisional karna Indonesia adalah Negara yang dikelilingi oleh laut. Ya, Cumi-cumi namanya, kerabat hewan gurita yang satu ini memiliki ukuran yang sangat beragam, ada yang kecil dan ada yang memiliki panjang 26 kaki bernama cumi-cumi kolosal.
Cumi-cumi

Struktur tubuh dan Anatomi Cumi-cumi

Cumi-cumi adalah hewan yang cukup unik karna memiliki “kaki” dikepalanya. Kita mengenalnya dengan sebutan tentakel, tentakel ini berada di sekitar atau mengelilingi mulut hewan yang satu ini. Jumlah tentakel yang ada pada kebanyakan cumi-cumi adalah sekitar 10 buah, dimana setiap tentakel memiliki penghisap di ujungnya.  Tubuh mahluk ini berbentuk silindris dimana meruncing dibagian belakangnya.

Tubuh cumi-cumi tidak memiliki tulang luar dan tulang dalam yang cukup keras untuk melindungi tubuh cumi-cumi tersebut, sehingga  tubuh cumi-cumi cenderung lunak. Tubuhnya pun terdiri dari dua bagian yaitu bagian mantel dan rongga tubuh. Mantel ini cukup tebal dan beotot untuk melindungi baagian rongga yang ada di dalamnya, dimana mantel ini menutupi rongga tubuhnya dari bagian leher hingga bagian belakang tubuhnya. Didalam rongga cumi-cumi terdapat tinta yang berguna untuk melindungi diri. Pada bagian belakang tubuh cumi-cumi juga dilengkapi dengan ekor yang menyerupai sirip.
Berlanjut ke anatomi cumi-cumi, kita mengetahui bahwa ia memiliki tentakel. Tentakel ini  berfungsi sebagai alat gerak dari hewan ini, selain itu tentakel juga berfungsi untuk memeriksa dan penagkap mangsa. Berikutnya adalah mata dimana matanya ini memiliki pengelihatan yang cukup baik, pengelihatan cumi-cumi bahkan mampu untuk menentukan penyerang bahkan dari jarak yang cukup jauh. Namun demikian tetap saja pemangsanya juga memiliki kecepatan yang cukup untuk mengejarnya sehingga bila seekor pemangsanya sudah terlalu dekat, cumi-cumi masih memiliki satu senjata darurat: binatang ini dapat menyemburkan tinta hitam pekat ke dalam air untuk membingungkan musuhnya, sementara cumi-cumi melarikan diri.

 faring yang berada pada bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir. Selain itu terdapat hati yang berguna untuk mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu. Berikutnya esofagus yaitu saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan lambung. Insang sebagai organ pernapasan, Lambung sebagai bagian dari organ pencernaan, Cangkang dalam sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam, Ovarium sebagai penghasil sel telur, Rektum sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus dan kantung tinta yang terdapat pada cumi mengandung tinta.

Habitat Dan Tempat Hidup Cumi-cumi

Cumi-cumi menghuni perairan dengan suhu antara 8 sampai 32 derajat celcius dan salinitas 8,5 sampai 30 per mil. Terjadinya kelimpahan cumi-cumi ditunjang oleh adanya zat hara yang terbawa arus dari daratan. daerah penyebaran cumi-cumi adalah di perairan Pasifik Barat, Australia Utara, Pulau Filipina, bagian utara Laut Cina Selatan sampai Jepang. Penyebaran cumi-cumi di seluruh perairan Indonesia hampir merata. Penyebaran cumi-cumi hampir di seluruh laut di dunia ini , mulai dari pantai sampai laut lepas dan mulai permukaan sampai kedalaman beberapa ribu meter.

Cara Berkembang biak cumi-cumi

Kebanyakan cumi-cumi melakukan reproduksi dengan cara seksual. Cara berkembang biak cumi-cumi diawali dengan jantan merayu betina menggunakan warna kulit mereka dan jika diterima oleh betina kemudian menggunakan lengan yang disebut hectocotylus untuk mentransfer paket sperma disebut spermatophore ke betinanya. Betina memproduksi sekitar 200 telur dan menempelkan pada dasar laut dalam kelompok yang besar bergabung dengan telur betina lainnya.

Kadang-kadang "sneaker" jantan mengintai di sekitar sarang telur, hectocotylus mereka melesat masuk ke dalam tubuh betina untuk menambahkan sperma mereka ke telur betina yang berada di dalam tubuh

Sistem reproduksi seksual pada cumi-cumi terdiri atas sistem reproduksi reproduksi jantan terdiri atas testis, pori genital dan penis. Sedangkan betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur.
Cumi-cumi mempunyai sistem reproduksi yang terpisah dimana gonadnya terletak pada bagian posterior tubuhnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel