Kapal Pemecah Es USA Sampai ke Kutub Utara

Dunia perkapalan saat ini semakin berkembang, bukan hanya untuk mengembangkan hal yang baru namun juga memperbaiki yang telah ada. Misalnya kapal pemecah es dikembangkan untuk memecah es yang ada di lautan karna telah banyak korban dari es tersebut. Titanic misalnya, kapal dari Britania Raya ini tenggelam di samudra atlantik utara. Tragedi kapal paling mengerikan sepanjang sejarah, kapal yang sanggup membawa 2.224 orang ini tenggelam  karena menabrak gunung es, sehingga perlu dikembangkan kapal pemecah es.
kapal pemecah es USA Kembali ke pembahasan kita mengenai kapal pemecah es, sebuah kapal pemecah es US Coast Guard diketahui telah membuat jalan ke Kutub Utara dan menjadi kapal permukaan Amerika pertama yang sampai kesana.  US Coast Guard Cutter Healy, yang berbasis di Seattle tiba di Kutub utara pada tanggal 5 September.

Kita ketahui bahwa Arktik adalah sebuah wilayah di sekitar Kutub Utara Bumi. Wilayah Arktik termasuk bagian dari Rusia, Alaska, Kanada, Greenland, Islandia, Lapland dan Norwegia (termasuk Svalbard), dan juga Samudra Arktik.

Coast Guard  mengatakan, "Sebagai wilayah yang terus membuka diri untuk pengembangan, data yang dikumpulkan di papan Healy selama pelayaran ini akan menjadi penting untuk memahami bagaimana proses ilmiah yang terjadi di Arktik, dan siapa yang paling bertanggung jawab melaksanakan pengelolaan di kawasan ini".

Saat ini Amerika Serikat memiliki tiga tujuan, tetapi hanya dua yang beroperasi. Pekan lalu, Presiden Barack Obama mengatakan dia akan mempercepat pembangunan kapal pemecah es yang baru, penting untuk memproyeksikan kekuasaan US dalam hal perebutan Arktik.

Pelayaran Healy menandai keempat kalinya kapal AS telah mencapai Kutub Utara, dan untuk pertama kalinya ia melakukannya tanpa ditemani. Biasanya kapal ini ditemani Kapal selam yang melakukan perjalanan di bawah es Arktik dan kadang-kadang muncul di Kutub.
Healy memiliki panjang 420 kaki (128 meter) dan berat 16.000 ton. Mesin ini memiliki 30.000 tenaga kuda yang mampu memecahkan es setinggi lebih dari 10 kaki (tiga meter).

Awak kapal dan penumpang terdiri 145 orang termasuk para ilmuwan yang sedang mempelajari geokimia dari lautan di dunia.

Dalam hal ini mungkin akan menjadi sebuah langkah baru dalam menciptakan kapal baru yang akan mempu pencapai semua wilayang yang ditutupi es, selain untuk mencapai wilayah tersebut nantinya pasti akan dilakukan penelitian agar wilayah-wilayah yang ditutupi es tersbut dapat di kembangkan secara maksimum untuk kepentingan umat manusia. Selain itu, perlunya ada yang menjaga daerah ini agar tidak mencair, seperti yang telah kita ketaui sebelumnya bahwa pencairan pada kutub utara berdampak pada iklim global yang semakin tidak jelas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel