Pengaruh Berbagi Pada Kecerdasan Manusia

Kecerdasan dan pengetahuan manusia tergantung pada bagaimana ia mengumpulkan dan menggunakan sumber daya yang dapat dibagi, pernyataan ini diungkap oleh para ilmuwan dari University of Manchester. University of Manchester adalah gabungan Victoria University of Manchester dan UMIST yang terbentuk pada Oktober 2004. Kampus utamanya berlokasi di Manchester, Inggris. Ada empat fakultas yang dimiliki: Kedokteran dan Ilmu Kemanusiaan (kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan dan pekerjaan sosial), Teknik dan Ilmu Fisika (teknik kimia dan ilmu analisis), Humaniora (termasuk Sekolah Seni, Sejarah dan Budaya), dan Ilmu Alam.

Marco Smolla dan Dr Susanne Shultz mengatakan bahwa hewan berbeda dengan manusia dalah hal ini, dampak persaingan membuat hewan sangat sulit mengambil pelajaran atau berbagi informasi dari yang lainnya.

Dengan menggunakan simulasi komputer untuk meniru perilaku hewan, para ilmuan ini akhirnya mampu mendapatkan informasi demi pemahaman baru yang berguna. Ini adalah berita yang sangat menggemburakan, terutama agar manusia mengerti bagaimana rasa ingin berbagi itu muncul.

Penelitian ini diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B kemarin, 10 september 2015. Dr Shultz mengatakan: "sifat manusia yang termasuk unik yaitu kemurahan hati, pengajaran dan imitasi. Model kami menunjukkan kunci untuk perilaku-prilaku ini mungkin terletak pada bagaimana kita mengatasi dampak persaingan, memungkinkan kita untuk berbagi sumber daya dan informasi”.
Hewan kebanyakan tidak ingin mengubah apa yang mereka makan, mereka akan memakan apa yang ada di depan mereka dan sesuai selera mereka. Mereka tidak ingin memaksakan diri untuk itu. Dan mereka tidak ingin meniru hewan lain yang lebih baik dari mereka. Jadi, bagian terpenting dari evolusi belajar manusia adalah bagaimana iya menggunakan sumber daya yang dapat dibagi, manusia lain tidak sungkan untuk memakan apa yang manusia lain makan, walaupun beberapa diantaranya tidak menyukainya, tapi tetap akan ada yang menyukai makanan tersebut.

Contoh lain dari hal tersebut yang menonjol adalah kontes berburu, pada hewan mereka akan bergerak secara individual untuk melakukan pemburuan. Mereka tidak akan perduli apa yang ada di sekeliling mereka saat berburu, asalkan mereka mendapatkan yang diburu lalu memakannya hingga kenyang dan mereka akan membiarkan makananx tergeletak begitu saja saat kenyang. Manusia berbeda, ia tidak sungkan melakukan kontes berburu, membagi pengalaman berburu dengan yang lain.

Sampai saat ini, para ilmuwan telah berjuang untuk menjelaskan mengapa hewan memilih untuk tidak belajar dari hewan-hewan di sekitar mereka ketika tampaknya cara yang lain tersebut lebih mudah dan kurang berisiko daripada ia harus belajar itu sendiri darinya.

Dan tim menyadari bahwa hingga saat ini, para peneliti telah mengeluarkan persaingan dari model mereka. Namun, persaingan adalah salah satu mekanisme utama yang membentuk interaksi antara individu dan kelompok.

Program komputer simulasi hewan individu mereka mencari, mengumpulkan, dan bersaing untuk makanan. Makanan yang tersebar di patch yang bisa berubah seiring waktu. Namun perbedaan penting untuk model sebelumnya adalah bahwa individu harus berbagi makanan jika mereka berburu di tempat yang sama. Penambahan sederhana mengakibatkan keuntungan.

Marco Smolla mengatakan: "Apa yang mengejutkan dan dijelaskan sebelumnya adalah bahwa hewan non-manusia tidak berbagi atau menyalin informasi sebanyak mungkin, ini berlaku juga untuk lebah madu seperti pada kera.

"Tapi penelitian kami menunjukkan bahwa persaingan untuk sumber daya yang terbatas memberikan penjelasan yang menarik. Kami menemukan bahwa ketika imbalan yang lebih merata di lingkungan atau ketika patch simulasi kami dengan cepat mengubah jumlah makanan, individu cenderung untuk berbagi atau menyalin informasi.”

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel