Pengembangan Sumber Foton Tunggal Yang Ideal

Dengan bantuan dari noktah semikonduktor kuantum, fisikawan di University of Basel telah mengembangkan sumber cahaya jenis baru yang memancarkan foton tunggal. Untuk pertama kalinya para peneliti ini telah berhasil membuat aliran foton identik. Mereka telah melaporkan temuan mereka dalam jurnal ilmiah Nature Communications bersamaan dengan rekan-rekannya dari Universitas Bochum.
foton beremisi Sebuah sumber foton tunggal tidak pernah memancarkan dua atau lebih foton dalam waktu yang bersamaan. Foton tunggal sangat penting dalam bidang teknologi informasi kuantum, seperti contoh penggunaannya adalah untuk digunakan dalam komputer kuantum. Bersamaan dengan kecerahan dan ketahanan dari sumber cahaya, foton yang tidak dapat dibedakan adalah yang terpenting. Secara khusus, ini berarti bahwa semua foton harus memiliki warna yang sama. Menciptakan sumber foton tunggal identik seperti ini telah terbukti sangat sulit di masa lalu.

Namun, noktah-noktah kuantum yang terbuat dari bahan semikonduktor ini menawarkan harapan baru. Sebuah noktah quantum adalah kumpulan dari beberapa ratus ribu atom yang dapat membentuk dirinya menjadi semikonduktor dalam kondisi tertentu. Elektron tunggal dapat ditangkap di noktah-noktah kuantum ini dan terkunci ke daerah yang sangat kecil. Sebuah foton individu dipancarkan ketika keadaan kuantum yang telah direkayasa runtuh.

Kebisingan dalam semikonduktor

Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Andreas Kuhlmann dan Prof. Richard J. Warburton dari University of Basel telah lebih dulu menunjukkan bahwa publikasi kemampuan untuk foton agar tidak dapat dibedakan mengalami pengurangan dengan adanya spin nuklir berfluktuasi dari noktah atom kuantum. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah berhasil mengendalikan spin sedemikian rupa sehingga bahkan foton yang dihasilkan pada interval yang sangat besar adalah warna yang sama.

Kriptografi kuantum dan komunikasi kuantum adalah dua potensi dari daerah aplikasi yang dapat dikembangkan dari hasil temuan ini. Teknologi ini bisa memungkinkan kita untuk melakukan perhitungan yang jauh di luar kemampuan komputer saat ini.

Selain dari Phys Organization news kami juga mendapat informasi dari Transform-limited single photons from a single quantum dot," Nature Communications 6:8204 (2015) | DOI: 10.1038/ncomms9204.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel