SpaceLiner, Pesawat Penumpang Yang Melalui Ruang Angkasa

Di dunia penerbangan saat ini, pengembangan masa depan yang sedang ingin dikembangkan adalah pesawat luar angkasa, pesawat hipersonic, pesawat dengan penerbangan diatas atmosfer dan lain sebagainya. Ini semua mengacu pada pesawat luar angkasa yang “canggih” dimana memiliki kemampuan lebih baik, lebih cepat dan lebih efisien dari pesawat yang ada saat ini. Jerman, sebagai salah satu yang mengembangkan industrinya di dunia penerbangan ini tengah membuat peta untuk penerbangan yang akan mempermudah anda, dan ingin menjadikan penumpang pesawat mendapatkan penerbangan yang sangat cepat melalui penerbangan di jalur luar angkasa.

SpaceLiner
Selamat datang di dunia dari spaceliner ( nama produk yang sedang mereka kembangkan dalam industri penerbangan ini ), yang mana ketika spaceliner ini telah berkembang secara penuh dapat memiliki dampak yang dramatis di luar angkasa global. DLR Institute of Space Systems mengatakan angkutan penumpang bersayap yang memiliki kecepatan hypersonic ini sedang diselidiki di DLR-SART (DLR adalah lembaga penelitian kedirgantaraan Jerman dan mengevaluasi sistem penerbangan yang kompleks. SART adalah Space Systems Launcher Analisis). Spaceliner adalah angkutan pengantar penumpang dengan roket, jelas lembaga ini.

Guy Norris, Los Angeles editor senior pada Aviation Week, menggambarkannya sebagai sistem bertenaga roket yang menggabungkan booster flyback dan teknologi ganda lain yang juga bisa diterapkan untuk "arsitektur dalam meluncurkan muatan ke orbit Bumi". Dipahami sebagai sebuah pesawat bersayap yang membawa 50 penumpang dari Eropa ke Australia dalam waktu 90 menit, Norris menambahkan, untuk melayani pasar yang berpotensi besar ini, DLR juga telah merencanakan mengembangkannya hingga akan mampu melewati benua dalam satu jam.

Konsep yang ditata secara rinci ini terdengar seperti studi kelayakan bisnis yang memiliki banyak inisiatif teknis. Latar belakang untuk semua ini terletak pada faktor biaya transportasi ruang angkasa. Ini telah menjadi tantangan utama.

"Sebuah jenis baru dari transportasi berkecepatan tinggi berbasis pada dua tahap Reusable Launch Vehicle (RLV) telah diusulkan oleh DLR dengan nama spaceliner," ujar mereka. Hidrogen cair dan oksigen cair akan digunakan sebagai propelan. Mereka mengatakan kombinasi itu baik, kuat dan ramah lingkungan".  Kendaraan yang dapat digunakan ulang ini dipercepat oleh 11 mesin (sembilan roket cair untuk booster dan dua untuk tahap penumpang, dioperasikan menggunakan oksigen cair kriogenik dan hidrogen).

Mark Prigg di Daily Mail mengatakan bahwa "Engineer memprediksi bahwa kemajuan dalam bahan dapat dikombinasikan dengan teknologi pendinginan baru dan perisai panas untuk menjaga struktur spaceliner terhadap panas intens penerbangan hipersonik".

Kabin penumpang bisa berfungsi sebagai kapsul penyelamat otonom yang bisa terpisah dari kendaraan dalam kasus ini, yang memungkinkan penumpang untuk kembali dengan selamat ke Bumi.
Konsep spaceliner ini melibatkan dua tahap,pertama konfigurasi vertikal ( lepas landas dari booster tak berawak dan tahap berawak yang dirancang untuk 50 penumpang, misalnya, dan dua anggota awak ).  Lalau Kendaraan dipercepat sepenuhnya dengan total sebelas mesin roket cair (9 untuk booster, 2 untuk tahap penumpang), yang dioperasikan menggunakan oksigen kriogenik cair (LOX) dan hidrogen (LH2).

Setelah mesin lepas landas, tahap pengorbit adalah untuk masuk pasa fase penerbangan kecepatan tinggi dan mampu bepergian dengan jarak yang jauh dalam waktu yang sangat singkat, dengan ketinggian 80 kilometer, tergantung pada misi.

Perjalanan jarak jauh seperti Eropa-Australia bisa dicapai dalam waktu 90 menit. Sebuah rute antarbenua antara Eropa dan Amerika dapat memakan waktu penerbangan lebih sedikit dari satu jam.

Apa yang berikutnya ada pada rencana mereka? Norris mengatakan bahwa ulasan konsep awal akan berlangsung sekitar 2016-17; review berikutnya, di 2019-20. Setelah itu, Norris dijelaskan berbagai langkah selanjutnya sebelum membangun perangkat keras pertama pada tahun 2030. Penerbangan tes prototipe bisa dimulai pada 2035, dengan masuknya layanan di 2040s.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel