Penyakit Alzheimer Menurut Dunia Kesehatan

Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang terkenal dengan kemampuannya untuk melemahkan daya ingat seseorang. Meskipun penyakit ini terdengar biasa, namun dalam kenyataannya penyakit ini dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang. Dampak yang diakibatkannya pun bukan hanya sekedar mengalami lupa biasa namun dalam tingkat yang di sebut parah. Selain melemahnya daya ingat, penyakit Alzheimer ini juga mengakibatkan gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa.
Penderita Alzheimer

Pengertian Alzheimer

Alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang ditandai oleh melemahnya daya ingat seseorang sehingga terjadi gangguan pada otak yang berkaitan dengan kemampaun perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa. Gejala dari penyakit ini akan berkembang secara perlahan-lahan seiring bertambahnya waktu. Dengan demikian penderita alzheimer akan mengalami beberapa kesulitan misalya saja menjadi cepat lupa.

Penyakit Alzheimer Menurut Dunia Kesehatan

Apa itu penyakit alzheimer ? Penyakit Alzheimer dari sudut pandang bidang kesehatan adalah gangguan neurodegenerative yang ditandai dengan hilangnya memori bersamaan dengan perubahan kognitif lainnya, termasuk afasia ( gangguan bahasa ), apraxia ( kesulitan melaksanakan kegiatan motorik meskipun fungsi motorik utuh ), dan agnosia ( kesulitan mengenali atau mengidentifikasi objek meskipun fungsi sensorik utuh ). kondisi tersebut menyebabkan seseorang akan menjadi cepat lupa, untuk lebih jelasnya tentang bagaimana seseorang menjadi lupa anda dapat membaca proses terjadinya lupa pada otak.

Jika seseorang menderita penyakit ini maka akan terjadi penurunan kualitas yang signifikan namun bertahap di dalam bidang sosial dan pekerjaan orang tersebut, serta sering terjadi gangguan perilaku pada orang tersebut dan mungkin juga akan menyebabkan seseorang itu menjadi apatis, kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari, delusi, halusinasi, rasa malu yang berlebihan, dan depresi.

Komponen kognitif, fungsional, dan perilaku memiliki manifestasi yang berbeda pada berbagai tahap dari penyakit Alzheimer ini dan saat seseorang terkena penyakit ini ditandai dengan penurunan fungsi kognitif secara berkelanjutan.

Akibat Yang Di Timbulkan Oleh Penyakit Alzheimer

Bagi para penderita Penyakit Alzheimer ini akan mengalami penurunan fungsi ingatan dan ini akan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Misalnya saja jika seseorang yang awalnya hanya sebatas lupa soal isi percakapan yang baru saja dibincangkan atau lupa dengan nama obyek dan tempat, selanjutnya dalam tingkat yang lebih parah bisa berkembang menjadi disorientasi dan perubahan perilaku.

Jika dilihat dari sisi psikologis, perubahan perilaku yang di sebabkan oleh penyakit ini seperti menjadi lebih agresif, penuntut, dan mudah curiga terhadap orang lain. Bahkan jika penyakit Alzheimer sudah mencapai tingkat parah, maka penderita dapat mengalami halusinasi yang tidak wajar, masalah dalam berbicara dan berbahasa, serta tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa dibantu orang lain.

Perubahan fungsional yang terjadi akibat dari penyakit ini umumnya hirarkis, dimulai dengan perubahan dalam kegiatan instrumental hidup sehari-hari ( menggunakan telepon, belanja, persiapan makanan, rumah tangga, mengakses transportasi, mengambil obat, menangani keuangan ) dan kemudian mempengaruhi kegiatan dasar hidup sehari-hari ( makan , ganti baju, perawatan, ambulasi fisik, dan mandi).

Timbulnya gangguan yang lebih membahayakan akan terlihat jika penyakit berlangsung lebih dari sepuluh sampai dua puluh tahun. Pada tahap awal individu mungkin memerlukan pengawasan atau bantuan untuk kegiatan seperti mengelola keuangan dan belanja. Pada tahap selanjutnya, bantuan 24 jam mungkin diperlukan oleh orang yersebut.

Usia Rentan Terkena Penyakit Alzheimer

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya adalah pertambahan usia, cidera parah yang terjadi pada bagian kepala, riwayat kesehatan keluarga atau genetika, serta gaya hidup. Namun, yang menjadi penyebab terbanyak dari penyakit ini adalah bertambahnya usia.

Diketahui bahwa penyakit Alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun, namun telah di ketahui bahwa sebanyak 16 persen diidap oleh mereka yang usianya di atas 80 tahun. namun meskipun demikian, terdapat juga penyakit alzheimer pada usia muda yang di sebabkan oleh faktor lain.

Selain kaitaannya dengan usia, penyakit ini juga di ketahui menjangkiti lebih banyak wanita ketimbang laki-laki dan juga dapat dialami oleh orang-orang yang berusia antara 40 hingga 65 tahun. Diperkirakan sebanyak 5 persen penderita Alzheimer terjadi pada kisaran usia tersebut.

Penyebab Timbulnya Penyakit Alzheimer

Para ahli di dunia belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama penyakit ini namun mereka percaya bahwa penyakit Alzheimer terjadi akibat adanya peningkatan protein dalam otak yang nantinya akan menyebabkaan kematian sel saraf. Selain itu, penyebab penyakit alzheimer adalah pembentukan plaque atau bercak-bercak yang luas pada bagian luar kortek (jaringan otak). Selain itu juga terdapat bagian abu-abu yang letaknya agak dalam pada bagian subcortical(jaringan otak). Hal itu berkaitan dengan zat pati yang juga disebut beta amyloid mirip sekali dengan protein yang sering disebut dengan tau protein.

Umur mungkin merupakan faktor risiko terbesar, tapi faktor risiko lain yang mungkin terlibat adalah rendahnya tingkat pendidikan dan cedera yang terjadi di kepala. Sebuah riwayat keluarga yang terkena penyakit ini juga meningkatkan risiko.

Di dalam keluarga, Alzheimer adalah warisan autosomal yang domina dan kromosom 1, 14, 19, dan 21 telah diidentifikasi sebagai kromosom yang menjadi perantara pewarisan genetik untuk penyakit ini. Individu dengan gen apolipoprotein E4 mengalami peningkatan risiko terkena penyakit alzheimer, sedangkan gen APOE2 dan apoE3 mungkin memiliki fungsi sebagai pelindung dari penyakit ini.

Penyakit Alzheimer adalah jenis yang paling umum dari demensia pada orang tua. Perkiraan prevalensi demensia di Kanada menunjukkan bahwa 8 persen dari seluruh orang Kanada dengan usia 65 dan lebih memiliki beberapa jenis demensia. Dari jumlah tersebut, 5,1 persen memiliki penyakit Alzheimer. Pada populasi yang lebih besar, tingkat penyakit Alzheimer adalah 1 persen pada kelompok usia 65-74 dan 26 persen pada mereka yang usianya lebih dari 85 tahun. Angka ini sebanding dengan yang ditemukan dalam studi insiden yang dilakukan di New York.

Diagnosis Untuk Penyakit Alzheimer

Tidak ada tes khusus untuk membuktikan apakah seseorang mengalami Alzheimer atau tidak, dan sudah pasti keakuratan dari diagnosis dari penyakit ini belum tentu 100%. Dalam mendiagnosis penyakit Alzheimer, nantinya dokter akan bertanya seputar masalah dan gejala yang dialami pasien. Tes medis mungkin akan dilakukan untuk memastikan tanda-tanda penyakit alzheimer yang anda alami benar dari penyakit tersebut atau bukan karena penyakit lain.

Jika penyakit Alzheimer dapat terdiagnosis sejak dini, maka Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan, dan yang lebih terpenting lagi, Anda akan mendapatkan penanganan lebih cepat yang dapat membantu anda.

Pengobatan Dan Pencegahan

Meski penyakit Alzheimer belum ada obatnya, namun terdapat berbagai ragam pengobatan dan terapi yang bertujuan untuk memperlambat perkembangan kondisi serta meredakan gejala dari penyakit ini. Karena itu disarankan agar segera temui dokter jika daya ingat anda mengalami perubahan atau anda khawatir mengidap demensia. selain itu anda juga dapat melakukan terapi yang mudah seperti meditasi, dimana meditasi dikatakan mampu membuat otak menjadi seperti "muda" selamanya, kami telah menuliskannya pada artikel awet muda selamanya dengan meditasi.

Meskipun belum terdapat obat yang pasti, baru - baru ini para ilmuan sedang melaakukan penelitian mengenai Mencegah dan Mengobati Penyakit Alzheimer Dengan Blueberry.

Terapi obat yang tersedia hanya dapat meringankan beberapa gejala atau memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Orang dengan penyakit Alzheimer telah terbukti kekurangan asetilkolin pada otak mereka. Obat Aricept, Exelon dan Reminyl bekerja menjaga pasokan asetilkolin yang ada. Obat ini direkomendasikan sebagai pilihan bagi orang-orang yang menderita penyakit ini pada tahap ringan sampai sedang.

Selain itu terdapat pula sebuah obat yang disebut Ebixa. Cara kerja Ebixa berbeda dari tiga obat lainnya dan merupakan satu-satunya obat yang dianjurkan bagi penderita Alzheimer pada tahap sedang dan berat. Efek sampingnya berupa pusing, sakit kepala dan kelelahan, dan terkadang halusinasi atau kebingungan. Obat ini tidak menyembuhkan, tetapi mereka menstabilkan beberapa gejala penyakit Alzheimer untuk jangka waktu terbatas, biasanya 6-12 bulan atau lebih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel