Model Pertanian Laut Terbaru Untuk Mengembalikan Ekosistem

Penangkapan ikan adalah hal yang tidak lepas dari kehidupan manusia, bagaimana tidak? Pasalnya permintaan akan ikan setiap hari akan berdatangan. Dengan demikian maka terciptalah teknologi yang mampu menangkap ikan secara cepat dan efisien. Namun, yang menjadi masalahnya adalah teknologi tersebut biasanya merusak ekosistem tersebut. Maka seorang nelayan yang tergerak hatinya untuk membuat suatu model pertanian dibawah laut yang diyakini lebih efisien untuk diterapkan.

Model Pertanian Laut
Bren Smith adalah nama nelayan itu yang akhirnya pergi untuk mengembangkan model pertanian laut ini. Dia adalah direktur eksekutif Greenwave, dan memiliki sebuah misi untuk membantu mendukung kehidupan laut dan kehidupan manusia. Desain pertanian ini telah memenangkan hadiah di Buckminster Fuller Challenge tahun 2015 yang diberikan oleh Lembaga Fuller Buckminster.

Dia diakui datang dengan solusi inovatif dengan model pertanian lautnya yang berkelanjutan, model ini dapat mengembangkan peternakan laut yang dimana didalamnya terdapat multi spesies.

Dorongan untuk melakukan budidaya berkelanjutan ini menghasilkan lebih banyak dari yang dilakukan orang dengan teknologinya  sementara ini juga dapat memulihkan dan meningkatkan ekosistem laut.

Bren Smith mengatakan, "Kami berharap bahwa model pertanian laut 3D kami akan menjadi katalis untuk memulihkan ekosistem laut, mitigasi perubahan iklim dan membantu memberi makan planet ini."

"Infrastruktur sederhana: rumput laut, kerang dan remis tumbuh pada tali yang mengambang dan ditumpuk di atas kandang tiram dan kerang dibawahnya. Tanaman ini dapat menghasilkan makanan, pupuk, pakan ternak, obat-obatan, kosmetik, biofuel dan banyak lagi" tulis Meghan Sapp di Biofuels Digest.

Dr Charles Yarish dari University of Connecticut, seorang ahli dalam menumbuhkan rumput laut, telah memberikan Smith masukan yang berharga.

Seorang staf penulis untuk The New Yorker mengunjungi Smith di ladangnya di mana ia sedang menumbuhkan rumput laut. Dia mengatakan bahwa ia lebih suka menyebut produk nya "sayuran laut”.

Seorang penulis bernama Dana Goodyear menuliskan  "Pertanian yang berbasis lahan industri menjadi semakin tidak bisa mempertahankan ekosistem,  merusak dan pada saat yang sama rentan terhadap kekeringan dan perubahan cuaca". Smith mengatakan “kita di dorong ke laut”,  Pertanyaannya adalah “apakah yang  kita lakan benar atau salah? “ Dia mengatakan bahwa sistemnya menggunakan seluruh kolom air dan ia ingin melihat itu menjadi bentuk dominan dari budidaya. Dia ingin melihat rumput laut mrnjadi sumber potensial untuk makanan manusia, biofuel, dan menggantikan pakan ternak  seperti jagung dan kedelai. "

Goodyear melihat beberapa poin menarik: laut meliputi tujuh puluh persen dari bumi dan menghasilkan kurang dari dua persen dari makanan kita. Untuk sisanya, kita menggunakan hampir empat puluh persen dari daratan dan hampir tiga perempat dari air tawar.

"Kami belum mulai mengeksplorasi lautan sebagai sumber makanan," kata Mike Rust, seorang ilmuwan akuakultur di National Oceanic and Atmospheric Administration.

Greenwave telah menciptakan model open source yang dimana model ini dapat ditiru oleh siapapun di seluruh dunia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel