Pengertian Amenorrhea Beserta Gejala, Dampak dan Cara Mengobati

Jika anda wanita yang mengalami menstruasi yang tidak teratur atau tidak jelas waktunya, bahkan dalam kondisi tertentu sama sekali tidak mengalami menstruasi maka kemungkinan anda terkena gejala yang satu ini. Amenorrhea, di mana pengertian amenorrhea dalam dunia kesehatan adalah gangguan dalam sistem reproduksi seorang wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Ini berarti wanita tersebut tidak haid pada suatu periode atau masa menstruasi.
Amenorrhea
Amenorrhea sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan hanya gejala atau tanda dari adanya ketidak normalan lain di dalam tubuh wanita. Ketidak normalan tersebut pun tidak selalu merujuk pada suatu penyakit. Seorang wanita hamil atau wanita menopause yang tidak mengalami haid pun bisa disebut sebagai orang yang mengalami amenorrhea.

Pengertian Amenorrhea

Amenorrhea adalah suatu kondisi dimana seorang wanita tidak dapat mengalami menstruasi pada masa menstruasi sebagaimana mestinya atau secara sederhana disebut dengan tidak haid pada periode atau masa menstruasi.

Jenis-jenis Amenorrhea

Secara umum, gangguan ini di bagi menjadi dua yaitu ganggaun amenorrhea primer dan gangguan amenorrhea sekunder. Dimana pembagian ini didasari pada pernah tidaknya mengalami menstruasi sebelumnya.

Amenorrhea primer adalah gangguan pada menstruasi yang sama sekali tidak terjadi. Maksudnya disini adalah wanita tersebut sama sekali tidak pernah mengalami menstruasi. Juga dilihat dari  normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) yaitu pada usia 9-18 tahun. Maka, seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Berbeda halnya dengan amenorrhea sekunder, di mana amenorrhea sekunder adalah gangguan pada wanita yang dulunya pernah mengalami menstruasi namun siklusnya berhenti karena alasan yang tidak di ketahui. Jadi, jika seorang wanita sudah lama tidak mengalami menstruasi lagi maka ia dikatakan mengalami gangguan amenorrhea sekunder.

Gejala atau Tanda Amenorrhea

Gejala yang jelas dapat diamati adalah siklus menstruasi terhenti secara langsung atau secara bertahap. Namun untuk gejala lebih lanjut maka gejala untuk gangguan ini cukup bervariasi, tergantung dari penyebabnya.

Salah satu penyebabnya adalah adalah kegagalan mengalami pubertas, dimana pada wanita tersebut tidak akan ditemukan tanda-tanda pubertas seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut di daerah kemaluan dan rambut ketiak, serta perubahan bentuk tubuh.

Berikutnya adalah kehamilan, maka pada gangguan ini akan ditemukan morning sickness (mual dan muntah) dan pembesaran perut. Ini adalah hal yang wajar, dan jika ini terjadi bukanlah sebuah masalah.

Jika penyebabnya utamanya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi pada wanita tersebut, makan gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.
Selain gejala tersebut maka ada gejala lain yang terjadi tanpa di sadari yaitu Keluarnya susu dari puting tanpa disadari, sakit kepala, rambut rontok, serta gangguan penglihatan.

Penyebab amenorrhea

Pada dasarnya penyebab dari gangguan ini berbeda dari jenisnya, dan jika anda dapat mengetahuinya sejak dini maka anda dapat mencegahnya. Beberapa dari penyebab gangguan ini adalah

Penyebab amenorrhea primer

  • Gangguan Hipotalamus
Salah satu penyebab dari amenorrhea primer adalah adanya gangguan pada hipotalamus seorang wanita, dimana hipotalamus ini adalah suatu daerah di otak yang berinteraksi dengan kelenjar pituitary yang berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi.

  • Abnormalitas alat reproduksi
Berikutnya yaitu Abnormalitas pada proses perkembangan alat-alat reproduksi wanita, misalnya pada penyakit agenesis Tuba Muller yang menyebabkan tidak adanya rahim pada tubuh penderita.

  • Kromosom abnormal
Selanjutnya adanya Kromosom yang abnormal juga mnyebabkan gangguan ini dimana penyebab sebenarnya adalah kelainan genetik, misalnya pada sindrom Turner.

  • Sumbatan pada vagina
Adanya sumbatan pada vagina juga menjadi hal yang mengganggu proses menstruasi, seperti adanya suatu membran yang menutup jalur menstruasi.

  • Gangguan pada pituitary
Gangguan pada pituitary yang menyebabkan tidak normalnya kelenjar pituitary, dimana kelenjar yang berada tepat dibawah otak ini berfungsi sebagai pengatur siklus menstruasi.

Penyebab amenorrhea sekunder

berikut adalah penyebab amenorrhea sekunder yang dialami oleh wanita :
  • Kehamilan
Kehamilan adalah penyebab yang biasa dari gangguan ini dan anda tidak perlu menghawatirkannya, seperti yang telah kita bahas di atas tadi.
  • Obesitas
Obesitas atau berat badan berlebuh juga menjadi salah satu penyebab amenorrhea sekunder yang di ketahui saat ini, jadi anda perlu menjaga berat badan anda agar tidak terkena gangguan ini.
  • Obat kontrasepsi
Penggunaan obat kontrasepsi baik oral ataupun suntik seperti pil-pil untuk membatasi/mengatur kelahiran atau Depo-Provera adalah hal yang wajar untuk gangguan ini, karena dengan menggunakannya anda dimaksudkan untuk tidak hamil dalam periode tertentu.
  • Stress
Stress juga merupakan penyebab umum dari gangguan menstruasi yang telah di ketahui, stress akan mengakibatkan gangguan pada otak anda lalu menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi.
  • Berat badan rendah
Selain obesitas ternyata berat badan yang sangat rendah juga menjadi penyebab ganggguan tersebut.
  • Gangguan pada thyroid
Adanya gangguan pada thyroid, dimana kelenjar thyroid berfungsi menghasilkan hormon yang berpengaruh pada menstruasi.
  • Olahraga berat
Olahraga berat yang dilakukan secara teratur seperti lari jarak jauh, khususnya jika lemak tubuh rendah juga dapat menjadi penyebabnya, apalagi jika olah raga tersebut cukup ekstrem dalam menguras tenaga.

Akibat Amenorrhea

Beberapa akibat dari amenorrhea yang dialami oleh seorang wanita adalah

Tidak subur

Menstruasi yang normal menandakan bahwa Anda subur dan organ-organ tubuh Anda bekerja dengan baik. Jadi, Amenorrhea dapat menyebabkan seorang wanita menjadi tidak subur. Jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi, dapat diketahui bahwa seorang wanita sedang mengalami gangguan pada sistem reproduksinya dan memiliki kemungkinan menjadi tidak subur.

Osteoporosis

Rendahnya hormon estrogen dalam tubuh selain dapat menimbulkan amenorrhea ternyata juga dapat menimbulkan osteoporosis, sebuah kondisi mengeroposnya tulang. Karena itu, waspadailah jika Anda mengalami amenorrhea. Hal-hal lain yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi.

Cara Mengobati Amenorrhea 

Pengobatan amenorrhea sebenarnya tergantung pada apa yang menyebabkan amenorrhea itu terjadi pada wanita tersebut. Mungkin ini dapat berupa merubah diet atau program olahraga anda. Mungkin juga memberhentikan ataumemerlukan obat-obat tertentu. Pembedahan mungkin juga menjadi suatu pilihan (tergantung penyebab), akan tetapi angka kasusnya jarang ditemui.

Untuk mengobati ini, mungkin anda perlu mengkonsultasikannya pada dokter. Gangguan ini mungkin akan mendapat penanganan lebih baik dari dokter anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel