Pengertian Hujan Asam dan Kerusakan Yang Ditimbulkan

Kita pasti sering mendengar istilah hujan asam, dimana kita ketahui sendiri bahwa hujan tersebut tidak seperti hujan pada umumnya. Jika pada umumnya hujan tidak merusak tumbuhan, maka lain halnya dengan hujan asam, berikut adalah penjelasannya.
hujan asam

Pengertian Hujan Asam

Hujan asam adalah istilah umum untuk menggambarkan proses kompleks yang sebenarnya lebih tepat disebut deposisi asam. Ini juga mencakup tentang pengendapan senyawa asam menuju ke dalam tanah dan ke permukaan air saat hujan ( deposisi basah ) serta juga sebaliknya (deposisi kering). Senyawa asam mencakup beberapa gas asam seperti sulfur dioksida ( SO2 ) dan nitrogen dioksida ( NO2 ) serta partikel asam seperti sulfat dan senyawa nitrat. Deposisi asam diyakini banyak berpengaruh pada hutan di timur laut Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa yang telah menyebabkan kerusakan.

Sumber Hujan Asam

Sumber antropogenik utama dari keasamanyang terjadi di udara adalah hasil dari pembakaran oleh bahan bakar fosil yang berlebihan, dimana bahan bakar jenis ini masih menjadi bahan bakar utama yang gunakan oleh banya orang dari berbagai belahan dunia. Batu bara dan minyak yang digunakan untuk menghasilkan listrik serta mempercepat proses industri tersebut akan menghasilkan gas SO2 dan nitrogen oksida ( NO dan NO2 ) ke atmosfer. Selain itu, mobil, motor, pabrik dan sumber lainnya juga aktif berkontribusi terhadap signifikannya pertambahaan jumlah nitrogen oksida di udara.

Karena gas-gas tadi adalah polutan primer yang dapat diangkut atau tertiup oleh angin, kadang-kadang jarak yang mampu di tempuh oleh awan yang membawa hujam asam ini cukup jauh. Mereka perlahan-lahan akan berubah melalui berbagai reaksi di atmosfer dan menghasilkan polutan sekunder seperti uap asam nitrat dan tetesan asam sulfat yang sangat asam.

Kerusakan Oleh Akibat Hujan Asam

Produk-produk dari reaksi polutan di atmosfer ini merusak visibilitas, mengurangi kualitas udara, dan menyebabkan efek yang merugikan bagi kesehatan manusia atau paling tidak mereka akan tertinggal di permukaan tanah yang tentu kesemuanya tersebut sangat merugikan bagi kelangsungan hidup manusia.

Sulfur dan nitrogen dari deposisi ini diketahu telah menyebabkan dampak buruk pada ekosistem hutan yang sangat sensitif di Amerika Serikat dan Eropa Utara, hal ini mengakibatkan keadaan seperti elevasi tinggi pohon cemara dan hutan cemara di Amerika Serikat bagian timur.

Potensi risiko yang akan ditimbulkan oleh hujan asam ini tergantung pada berbagai faktor yaitu tingkat kation (ion bermuatan positif) dari proses deposisi, cadangan kation di tanah, usia dari hutan tersebut, tingkat pelapukan, komposisi hutan, dan sejarah gangguan yang dulunya pernah terjadi. Deposisi kering kini dianggap lebih merusak batu daripada deposisi basah.

Sejak sulfat memberikan kontribusi signifikan terhadap mengurangi visibilitas partikel di Amerika Serikat bagian timur, emisi SO2 yang diusahakan terus berkurang akan mengurangi konsentrasi sulfat dan pada gilirannya nanti mereka akan berkontribusi membentuk kabut. Akibatnya, akan terjadi pengurangan pada keasaman secara statistik ( diwakili oleh ion hidrogen ) dan juga konsentrasi sulfat pada curah hujan.

Dari paparan di atas, kita mungkin masih terlalu dini untuk menentukan apakah perubahan ekosistem perairan dihasilkan dari pengurangan emisi. Selama lima belas tahun terakhir,diketahui bahwa danau dan sungai di seluruh daerah di Amerika Serikat telah mengalami penurunan konsentrasi sulfat, dan ada bukti lain seperti proses pemulihan dari pengasaman di danau New England. Sebaliknya, tingkat keasaman pada danau Adirondack tetap cukup konstan, sedangkan danau Adirondack adalah danau yang paling sensitif terhadap keasaman. Jenis kerusakan lain yang terlihat di hutan dan danau di Amerika Serikat timur laut juga telah disaksikan di Skandinavia dan bagian lain dari Eropa Utara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel