Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu

Pada saat sekarang ini banyak kita dengar bahwa sekolah-sekolah terutama pada sekolah dasar telah menggunakan jenis pembalajaran terpadu. Namun, apakah anda sudah tahu bagaimanakah pembelajaran terpadu tersebut? Untuk menjawabnya, melalui pengamatan terhadap namanya saja anda mungkin sudah dapat mengira. Sehingga berikutnya kita akan membahas prinsip dasar dari pembelajaran terpadu tersebut.

Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu Pembelajaran terpadu adalah jenis pembelajaran yang menyatukan beberapa materi pelajaran yang diajarkan dimana materi yang digunakan adalah terkait satu dengan yang lain. Selanjutnya dalam pemilihan tema haruslah aktual dan dekat dengan kehidupan siswa itu sendiri, sehingga pada akhirnya nanti meteri-materi ini akan terangkai secara bermakna di dalam suatu tema.

Tapi pada pelaksanaannya nanti kemungkinan adanya kendala seperti pembatasan materi yang dirasa kurang lengkap bila tidak ditambahkan. Namun, kita harus menyesuaikan hal tersebut dan bila materi itu dirasa tidak cocok dengan tujuan pembelajaran sebaiknya jangan ditambahkan. Mengapa demikian? Karna pengajaran kita tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku, namun sebaliknya.

Tapi yang menjadi pertanyaan disini adalah “apakah semua materi dapat dipadukan?”. Jawabanya sudah tentu tidak semua materi dapat dipadukan, inilah pentingnya anda sebaagai seorang pengajar dapat memahami dengan jelas materi-materi tersebut dan jika ada yang dirasa tidak perlu untuk dipadukan maka anda tidak perlu memaksakan untuk memadukannya.

Berikutnya bahasan kita adalah prinsip pembelajaran terpadu itu, berikut ini adalah beberapa prinsipnya:

1. Prinsip Penggalian Tema

Pada prinsip penggalian tema, kita akan melilih tema-tema yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Karna tema-tema tersebut adalah tujuan utama dari prinsip ini, maka keterkaitan antar tema adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Merujuk pada pembahasan di atas, tema yang tidak memiliki keterkaitan atau tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran pada kurikulum sebaiknya dipisah saja dan tidak diikutsertakan.

Berikutnya, bagaimana kita memilih tema serta apa yang perlu kita perhatikan adalah kesesuaian tema tersebut dengan perkembangan psikologis anak dan bermakna pada anak tersebut. Berikutnya adalah tema tersebut jangan terlalu luas namun tema harus mewadahi minat anak tersebut.
Yang terakhir adalah tema tersebut harus sudah dipertimbangkan sumber belajarnya, serta aktual terjadi.

2. Prinsip pengelolaan pembelajaran

Pada prinsip pengelolaan pembelajaran ini, yang sangat perlu diperhatikan adalah prosesnya, dimana seorang guru tersebut mampu untuk menempatkan dirinya pada tempat yang sesuai pada semua urutan dan keseluruhan proses tersebut.

Nantinya pada pelaksanaan pembelajaran pasti akan ditemui ketidak sesuaian dengan perencanaan, misalnya saja timbul ide-ide dari individu-individu tersebut, dimana idenya tersebut kurang tepat dan anda sebagai guru harus mampu mengakomodasi ide-ide tersebut.

3. Prinsip evaluasi

Untuk mengetahui hasil dari sebuah kegiatan, tentunya kita akan menggunakan evaluasi. Dengan evaluasi inilah kita dapat mengukur seperti apa pencapaian kita dalam proses pembelajaran tersebut. Pada saat evaluasi, bukan hanya guru yang akan melakukan evaluasi, setidaknya anda harus memberikan kesempatan pada siswa-siswa anda untuk melakukan evaluasi diri.

Setelah itu bagaimana anda akan mengajarkan pada siswa anda untuk mengevaluasi perolehan belajar sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ada.

4. Prinsip reaksi

Dan yang terakhir adalah prinsip reaksi yang dimana guru dituntut untuk mampu bereaksi terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh para siswanya pada setiap kondisi dan peristiwa sehingga mampu mengarahkan siswa memperoleh pembelajaran yang bermakna tadi.

Dengan prinsip ini, guru diharapkan mampu untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara tuntas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel