Proses Terjadinya Lupa Pada Otak

Otak anda adalah hal yang sangat berharga, bayangkan jika anda tidak memiliki otak maka anda tidak dapat hidup seperti sekarang ini. Otak adalah bagian yang memproses kegiatan kita serta memproses apa yang kita pelajari, dengan tugasnya yang demikian sudah tentu otak memiliki sebuah mekanisme yang rumit. Sebuah studi terbaru menjelaskan bahwa otak kita tidak hanya mengandung mekanisme belajar tetapi juga terdapat mekanisme melupakan dan menghapus hal yang menurutnya "tidak perlu" untuk dipelajari.
proses lupa otak
Sebuah kelompok riset di Universitas Lund di Swedia kini telah mampu menjelaskan salah satu dari mekanisme otak pada tingkat sel. Hasil kelompok ini diterbitkan dalam international journal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS), dimana isinya menjelaskan bagaimana fenomena pembelajaran teoritis yang sejauh ini sulit untuk dimengerti.

Mereka melakukan penelitian dimana ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh objek penelitian ( seoarang manusia) yaitu  nada tertentu, sinyal cahaya dan embusan udara ke mata. Pada percobaan pertama yang digunakan adalah sebuah nada dan dilanjutkan dengan embusan udara ke mata, ini akan membuat objek penelitian cepat mengerti dan segera menutup mata bila terdengar nada tersebut. Ini juga berlaku jika nada tadi diganti oleh sinyal cahaya. Namun, sesuatu hal yang aneh terjadi jika kedua sinyal tadi (nada dan cahaya) dilakukan secara bersamaan, proses belajar objek akan memburuk bahkan lupa mengedipkan mata.

"Dua rangsangan memperoleh hasil lebih buruk dari hanya satu rangsangan. Tampaknya ini bertentangan dengan akal sehat, tetapi kami percaya bahwa alasan untuk itu adalah bahwa otak ingin menghemat energi," kata peneliti otak dan profesor Germund Hesslow.

Rekannya Anders Rasmussen, yang melakukan penelitian ini sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketika otak telah belajar untuk mengasosiasikan hal tertentu, neuron tertentu yang bertindak sebagai rem pada mekanisme pembelajaran akan diaktifkan.

“Aku tahu ini sekarang, Ketika otak telah belajar dua jenis asosiasi, rem menjadi jauh lebih kuat. Itulah mengapa itu menghasilkan lupa, biasanya hanya sementara". jelas Germund Hesslow.

Mempertahankan jalur asosiasi yang tidak perlu akan membutuhkan energi untuk otak. Para peneliti percaya bahwa ini adalah alasan adanya mekanisme rem tersebut. Para peneliti Lund mampu menggambarkan bagaimana sel-sel saraf belajar dan lupa melalui studi terhadap hewan, tetapi mereka percaya bahwa mekanisme ini cenderung sama pada otak manusia. Oleh karena itu, temuan ini menarik bagi peneliti otak dan psikolog. Mereka juga bisa mengajarkan ini kepada praktisi untuk mendidik.

"Jelas, itu harus penting bagi guru untuk mengetahui mekanisme yang otak menghapus hal-hal yang dianggap tidak perlu. Anda tidak ingin sengaja mengaktifkan mekanisme ini," kata Germund Hesslow.

Jurnal yang terkait dengan penelitian ini adalah : Anders Rasmussen, Riccardo Zucca, Fredrik Johansson, Dan-Anders Jirenhed, Germund Hesslow. Purkinje cell activity during classical conditioning with different conditional stimulus explains central tenet of Rescorla–Wagner model. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2015; 201516986 DOI: 10.1073/pnas.1516986112

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel