Uji Kebenaran Efek Zeno

Pada saat sekarang ini, teori kuantum adalah hal yang sudah biasa diperbincangkan. Ini berarti teori kuntum bukan lagi untuk para jenius dengan tingkat IQ yang signifikan, atau para professor ternama. Andapun kini dapat memperoleh pengetahuan tentang teori kuantum di banyak buku, sehingga sudah pasti teori kuntum akan lebih banyak menimbulkan perdebatan serta lebih banyak orang yang ingin menelitinya seperti yang telah dilakukan oleh Cornell.

uji kebenaran efek zeno Cornell sendiri adalah seorang fisikawan yang sekaligus seorang asisten professor fisika ini telah memprediksikan sesuatu yang dianggap aneh pada teori kuantum. Namun pekerjaannya ini kemungkinan akan mampu membuka lembaran baru dalam hal menemukan metode baru yang dapat digunakan untuk mengontrol dan memanipulasi keadaan kuantum dari sebuah atom dan dapat dijadikan sebuah jenis sensor baru.

Mereka melakukan percobaannya di Utracold Lab Mukund Vengalattore dengan menggunakan program yang telah di buat oleh Cornell dimana program ini mampu untuk mempelajari fisik bahan yang didinginkan sampai suhu limit mendekati nol mutlak (0,000000001 derajat di atas nol mutlak). Karya ini telah dijelaskan dalam jurnal Physical Review Letters edisi 2 Oktober.

Mahasiswa pascasarjana yaitu Yogesh Patil dan Srivatsan K. Chakram mendinginkan sekitar satu miliar atom Rubidium berbentuk gas dalam ruang hampa udara. Dalam keadaan normal, atom-atomnya akan mengatur diri dalam kisi yang teratur seperti pada saat mereka akan menjadi kristal padat. Tapi pada suhu rendah, atom tersebut memiliki "terowongan" dari tempat ke tempat pada setiap kisi-kisinya. Prinsip ketidakpastian Heisenberg telah menjelaskan posisi dan kecepatan dari partikel yang berinteraksi. Suhu adalah ukuran dari pergerakan partikel ini. Di bawah kecepatan pendinginan yang ekstrim dan suhu hampir nol, ada banyak fleksibilitas dalam posisi. Ketika Anda mengamati atom-atom ini, atom mungkin akan berpindah ke kisi lain.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa mereka mampu menekan terowongan kuantum hanya dengan mengamati atom. Ini disebut "efek kuantum Zeno", nama ini diambil dari seorang filsuf Yunani, dan diajukan pada proposal pada tahun 1977 oleh EC George Sudarshan dan Baidyanath Misra di University of Texas, Austin ,, yang menunjukkan kemungkinan sifat aneh dari pengukuran kuantum. Pada prinsipnya, ini terdapat pada sistem kuantum yang  "dibekukan" oleh pengukuran ulang.
Percobaan sebelumnya telah menunjukkan Zeno Effect dengan "spin" partikel subatomik. "Ini adalah pengamatan pertama dari efek kuantum Zeno dengan pengukuran ruang nyata dari gerak atom," kata Vengalattore. "Juga, karena tingkat kontrol kita yang tinggi sudah mampu menunjukkannya dalam percobaan kami, kami dapat secara bertahap 'mengatur' cara di mana kita akan dapat mengamati atom-atom ini. Menggunakan pengaturan ini, kami juga mampu menunjukkan efek yang disebut ‘emergent classicality’pada sistem kuantum ini". Efek kuantum memudar, dan atom mulai berperilaku seperti yang diharapkan pada fisika klasik.

Para peneliti mengamati atom di bawah mikroskop dengan menerangi mereka dengan pencitraan laser terpisah. Sebuah mikroskop cahaya tidak dapat melihat atom secara individu, tapi pencitraan laser menyebabkan mereka berpendar, dan mikroskop menangkap kilatan cahaya. Ketika pencitraan laser dalam keadaan off, atau diaktifkan hanya samar-samar, atom memiliki terowongan bebas. Tapi saat pencitraan dibuat terang dan pengukuran lebih sering dibuat, tunneling berkurang secara dramatis.

"Ini memberi kita alat yang belum pernah ada sebelumnya untuk mengendalikan sistem kuantum, bahkan mungkin atom dengan atom," kata Patil, penulis utama paper. Atom dalam keadaan ini sangat sensitif terhadap kekuatan-kekuatan luar katanya, sehingga pekerjaan ini bisa mengarah pada pengembangan sensor jenis baru.

"Butuh banyak dedikasi dari para siswa dan sangat  menakjubkan telah melihat percobaan ini menjadi begitu sukses," kata Vengalattore. "Kami sekarang memiliki kemampuan unik untuk mengontrol dinamika kuantum dengan observasi murni". Untuk informasi lebih lengkap anda dapat mencari : Y. S. Patil et al. Measurement-Induced Localization of an Ultracold Lattice Gas, Physical Review Letters (2015)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel