Tes Ames / Uji Mutagen

Kita mungkin pernah mendengar Tes Ames atau dalam bahasa inggrisnya "Ames Test". Nama dari test atau uji ini sendiri diambil ari nama belakang dari penemunya yaitu Bruce Ames, ia adalah ahli biokimia yang berasal dari Amerika. Kini ia menjadi professor pada Biochemistry and Molecular Biology Emeritus di University of California. Nama lain dari tes ini adalah uji mutagen.
Tes Ames

Pengertian Tes Ames

Tes Ames adalah suatu uji yang dilakukan oleh peneliti untuk menentukan apakah suatu senyawa yang diteliti merupakan mutagen untuk menginduksi mutasi pada DNA didalam sel baik secara in-vitro maupun in-vivo. Ini berarti senyawa tersebut dapat berpengaruh pada struktur DNA.

Kegunaan Test Ames

Diharapkan tes sederhana ini akan menjadi cara mudah untuk menemukan bahan kimia penyebab kanker. Seiring waktu, tes ini di ketahui menjadi predictor yang kurang dapat diandalkan untuk menguji karsinogenesis, padahal banyak yang telah menduga ini tes ini dapat menguji karsinogen.

Beberapa bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker tidak positif dalam test Ames, sebaliknya, beberapa bahan kimia yang di uji positif pada tes ini sebenarnya tidak menyebabkan kanker. Meskipun demikian, tes ini masih dianggap sebagai bagian penting untuk menguji keamanan bahan kimia baru.

Berikutnya, mutagen sendiri diartikan sebagai senyawa atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi akibat dari adanya peningkatan laju perubahan di dalam gen. Adanya mutasi genetik yang terjadi pada sel dapat mempengaruhi reproduksi sel, menyebabkan kerusakan sel atau pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Mutagen berbeda dengan karsinogen, dimana mutagen hanya menyebabkan mutasi tidak selalu menyebabkan kanker, sedangkan karsinogen adalah zat penyebab kanker. Beberapa contoh mutagen, antara lain senyawa kimiamustard, sinar UV, sinar X, dll.

Mengapa Dilakukan tes Ames ?

Dasar dari dilakukannya uji ini adalah senyawa yang bersifat mutagenik terhadap bakteri yang digunakan dapat berubah menjadi karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Pada uji Ames, mikroba yang digunakan adalah Salmonella typhimurium, dimana para peneliti mempertimbangkan bahwa bakteri ini sangat sensitif terhadap senyawa-senyawa mutagenik.

Bakteri yang digunakan tesebutdiketahui tidak dapat hidup dalam media tanpa asam amino histidin. Namun, setelah mengalami mutasi bakteri ini dapat hidup dalam media tanpa histidin.

Tes ames merupakan uji yang di lakukan dalam jangka waktu pendek  untuk mengidentifikasi adanya senyawa senyawa karsinogenik. Selain uji ames ini, masih ada uji lainnya yang dilakukan dangan waktu yang cukup lama yaitu sekitar satu tahun dimana ini adalah jangka waktu yang di sebut menengah, untuk jangka panjangnya, sebuah uji pada bahan kimia baru dapat berlangsung selama dua tahun.

Cara Melakukan Tes Ames

Untuk melakukan uji ames, awalnya bahan-bahan kimia yang akan di uji dengan bakteri akan di masukkan kedalam sebuah tabung tes. Berikutnya, sampel tersebut akan diletakkan ke dalam cawan petri yang telah di isi dengan media agar dan histidin. Agar disini berguna sebagai penyedia nutrisi bagi bakteri, sedangkan dengan di tambahkan histidin akan memungkinkan metabolisme kimia terjadi.

Selanjutnya, Sampel tadi kemudian dibiarkan tumbuh selama 24 hingga 48 jam dalam kondisi terisolasi. Setelah didiamkan dalam waktu tersebut, volume histidin akan habis, sehingga  terjadi kondisi di mana bakteri tidak dapat bertahan. Namun, jika sampel terus berkembang, hal ini mengindikasikan bahwa bakteri tidak lagi tergantung pada kehadiran enzim untuk tumbuh. Hal ini berarti bahwa bakteri telah bermutasi. Dalam hal ini, uji Ames telah menghasilkan hasil yang positif.

Namun belum tentu bahan kimia tadi penyebab kanker yang ada pada manusia. Hal ini hanya untuk menunjukan bahwa zat kimia tersebut perlu diteliti ulang apakah karsinogenik atau tidak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel