Cara berkembang biak katak

Kita mungkin tidak menyukai hewan yang satu ini, ya katak. Hewan yang selalu membuat kebisingan saat turun hujan ini adalah salah satu kelompok hewan amphibi, yaitu hewan yang mampu hidup di dalam dua alam (air dan darat). Namun pernahkah anda berfikir bagaimana cara hewan katak ini berkembang biak ? untuk mendapt jawabannya mari kita lihat proses detail dari cara perkembangbiakan katak tersebut.
katak berkembangbiak Seperti kebanyakan amphibi pada umumnya, katak akan mengalami perkembangan di dua tempat yang berbeda yaitu perairan dan daratan. Perairan akan menjadi tempat yang sangat cocok untuk reproduksi dan perkembangan larva katak karna katak sendiri adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pada awal perkembangbiakan katak biasanya hewan ini melakukan reproduksi di air atau di tempat lembab dan proses ini biasanya terjadi di luar tubuh atau yang di sebut juga reproduksi eksternal.  Katak sendiri tidak memiliki alat kopulasi sehingga perkawinan dilakukan dengan metode amplexus.

Setiap katak jantan dewasa akan memegang katak betina di atas tubuhnya dengan keempat lengannya, walaupun ukuran katak betina selalu lebih besar dan ukuran katak jantan lebih kecil. Kemudian katak betina akan mengeluarkan telur-telur dari dalam perutnya melalui kloaka dengan di susul adanya pengeluaran sperma oleh katak jantan. Sperma ini dilengkapi dengan flagel yang membantu pergerakan sperma didalam air untuk mendapatkan ovumnya. Pembuahan atau yang sering juga di sebut fertilisasi berlangsung di luar tubuh. Melakukan proses fertilisasi di luar tubuh katak saat berkembangbiak sangat beresiko, karena ancaman yang datang jauh lebih besar, seperti ikan yang akan datang untuk memakan telur-telur katak tersebut. Oleh karenanya jumlah sel gamet yang diproduksi dan dikeluarkan oleh katak yang sedang berkembang biak sangat banyak. Katak memilih wilayah perairan tenang untuk reproduksi hal ini untuk menghindari dari ancaman arus air yang dapat menggagalkan fertilisasi calon anak-anaknya.

Organ reproduksi katak jantan

Untuk melakukan proses perkembangbiakan, katak jantan tentunya memiliki organ-organ yang ia gunakan untuk kawin, Katak jantan biasanya memiliki sepasang testis yang akan memproduksi sperma sama seperti cara berkembang biak amphibi lainnya, selain itu alat katak jantan juga di lengkapi dengan alat-alat tambahan pada organ reproduksinya seperti Vas efferens, Saluran pengumpul, Saluran urigenital, dan Kloaka.

jika di lakukan pembedaan dan di perhatikan secara teliti maka organ reproduksi katak jantan terlihat memiliki sepasang testis yang berbentuk oval berwarna kekuningan. Testes (jamak dari testis) terletak menempel pada ginjal. Vas efferens dari katak jantan memiliki panjang sekitar 10-12cm yang mengulung didekat ginjal, saluran ini bermuara pada bagian ujung ginjal (Bidder’s canal) yang menghubungkan dengan saluran urogenital. Saluran genital nantinya akan mengeluarkan sperma melalui kloaka yang merupakan muara dari tiga saluran yaitu, reproduksi, urin, dan pencernaan (feses).

Organ reproduksi katak betina

Katak betina juga memiliki organ yang sama dengan organ amphibi lainnya sehingga cara berkembangbiak amphibi betina ini hampir sama dengan yang lainnya, katak betina memiliki organ reproduksi berupa sepasang ovarium beserta organ asesoris, berupa sepasang oviduk, kloaka dan lubang kloaka.

Ovarium pada katak betina berfungsi sebagai tempat produksi dan pematangan sel telur.  Pada katak betina muda, ovarium berukuran kecil, bentuknya mendatar, dan berlobus. Ovarium berwarna kekuningan dengan titik titik hitam. Di dalam lumen ovarium, folikel telur sedang berkembang. Saat musim kawin tiba, folikel-folikel telur ini telah siap untuk dikeluarkan ketika rangsang dari pejantan datang. Folikel-folikel telur ini akan dikeluarkan melalui lubang kloaka, melewati saluran oviduk.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel