Kebiasaan Tumbuh Anggrek Sympodial dan Monopodial

Kita tahu bahwa setiap tanaman memiliki kebiasaan tumbuh, maksudnya seperti apa mereka biasanya tumbuh. Pertama, anggrek dengan kebiasaan sympodial yaitu merujuk pada tanaman anggrek di mana pertumbuhan tunas yang baru berasal dari tunas lateral. Dan yang lainnya adalah anggrek dengan kebiasaan monopodial yang merujuk pada tanaman anggrek yang memiliki batang yang tumbuh setiap tahun dari puncak.
Pseudobulbs Anggrek Ada sebagian spesies anggrek yang dikenal menunjukkan kebiasaan pertumbuhan sympodial. Dengan kebiasaan pertumbuhan ini anggrek menghasilkan struktur seperti bola tebal yang juga dikenal sebagai pseudobulbs. Pseudobulbs ini menyimpan kelembaban dan nutrisi untuk anggrek dan biasanya tumbuh di sepanjang rimpang anggrek tersebut. Spesies yang paling terkenal dari anggrek yang memiliki kebiasaan pertumbuhan sympodial adalah anggrek Cymbidium yang memiliki pseudobulbs, anggrek jenis ini tumbuh di banyak karena tindakan rimpang sebagai benang yang sangat pendek dan tampaknya ini yang menghubungkan pseudobulbs. Contoh lainnya adalah anggrek Bulbophyllum yang memiliki pseudobulbs yang tumbuh sekitar 3 sampai 4 cm (yaitu 1 ½ sampai 2 inci) pada rimpang.

Daun, batang dan bunga anggrek itu sendiri berkembang menjadi tumbuhan baru dari pseudobulb yang tadi telah di sebutkan. Tumbuhan baru akan muncul dari bola tadi, daun segar akan muncul dan bola baru akan terbentuk di sepanjang rimpang. Lalu, setelah itu ia akan memenuhi tugasnya sebagai pendukung atau penyokong tumbuhan baru tersebut, pseudobulb yang ada akan aktif dan menjadi bola kembali. Pada tahap bola ini, tumbuhan baru tersebut akan terus mengeksploitasi sumber makanan terakhir yang disimpan di bola sampai sumber makanan di bola tadi habis, akhirnya bola hanya akan mengerut dan mati.

Tidak semua anggrek sympodial mengembangkan pseudobulbs. Banyak spesies anggrek Paphiopedilum yang memiliki tunas gemuk di dasar tanaman anggrek tersebut. Hal ini terutama berlaku dari spesies Paphiopedilum yang tumbuh di daerah yang kelembabannya tinggi. Seperti daun dan tunas mati, tumbuhan baru akan muncul dari dasar yang ada. Akar tebal dan berdaging akan memberikan semua cadangan air yang dibutuhkan.

Bertentangan dengan pertumbuhan sympodial, anggrek dengan kebiasaan monopodial memiliki kebiasaan dimana tumbuhan anggrek akan tumbuh secara vertikal dan mencapai ketinggian yang luar biasa. Ada beberapa spesies anggrek Vanda yang tumbuh hingga setinggi beberapa meter. Anggrek monopodial tidak membentuk pseudobulbs seperti anggrek sympodial. Tumbuhan baru akan terbentuk dari tunas, daun dan bunga yang kemudian diproduksi di sepanjang batang baru. Juga karena kurangnya pseudobulbs, tumbuhan baru nantinya didukung oleh daun sukulen yang menyimpan nutrisi dan kelembaban yang dibutuhkan untuk tumbuhan baru pada anggrek ini.

Anggrek dapat tumbuh di berbagai habitat: rawa-rawa dan lahan basah, di pohon-pohon, di tanah, di tumpukan bahan organik yang membusuk, dll dan mereka dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu: epifit, lithophytes dan terestrial. Anggrek juga dapat melakukan pertukaran habitat mereka, tergantung pada keadaan. Misalnya tanaman anggrek terestrial yang tumbuh dekat pangkal pohon bisa tumbuh lebih lanjut dan tumbuh di batang pohon menjadi epifit. Beberapa anggrek bahkan akan tumbuh pada batu jika ada kesempatan dan ada cukup kelembaban dan nutrisi untuk mempertahankan tumbuhan anggrek tersebut untuk tumbuh di wilayah tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel