Pengaruh Waktu Makan Terhadap Tubuh

Pernahkah anda berfikir kapan kita makan sama pentingnya dengan apa yang kita makan ?. Mungkin kebanyakan dari kita sangat tidak teratur soal waktu makan, dan sepertinya itu bukanlah hal yang berpengaruh bagi kita. Namun,  penelitian baru yang di lakukan oleh Weizmann Institute of Science di Jerman, yang baru-baru muncul di Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa pembangkit listrik pada sel ( yang biasa kita sebut mitokondria ) sangat diatur oleh sirkadian seseorang.
Penemuan Pengaruh Waktu Makan Terhadap Tubuh
Penelitian  Ini mungkin membantu menjelaskan mengapa orang-orang yang tidur dan makan keluar dari fase waktu yang seharusnya akan menjadi lebih berisiko untuk terkena beberapa gangguan seperti obesitas, diabetes dan sindrom metabolik.

Dr Gad Asher dari Departemen Ilmu Biomolekuler Weizmann Institute yang memimpin penelitian ini menjelaskan bahwa jam sirkadian yang ditemukan dalam makhluk hidup mulai dari bakteri yang hinggap pada seekor lalat lalat sampai dengan  manusia akan mengendalikan ritme tidur mereka, aktivitas, makan dan juga metabolisme. "Artinya adalah," katanya, "itu seperti kalender harian, mengatakan pada tubuh apa yang diharapkan, sehingga dapat mempersiapkan diri untuk bagaimana selanjutnya dan agar dapat beroperasi secara optimal."

Dr Adi Neufeld-Cohen, kelompok Asher, bekerjasama dengan Dr Maria S. Robles dan Prof. Matthias Mann dari Max Planck Institute of Biochemistry di Jerman, mencari perubahan sirkadian dalam mitokondria itu dengan menciptakan puncak dan cekungan di tingkat energi sel , juga akan membantu mengatur siklus siang dan malam mereka. Kelompok ini mengidentifikasi dan mengukur ratusan protein mitokondria dan mereka menemukan bahwa terdapat sekitar 40% puncak dalam sehari. Penelitian lebih lanjut mengidentifikasi protein yang membentuk jam sirkadian pada mitokondria yang mengatur kegiatan ini.

Anehnya, sebagian besar protein sirkadian di mitokondria memuncak selama empat jam pada saat siang hari
Di antara protein yang penting tersebut para peneliti menemukan sebuah enzim kunci yang menentukan tingkat penggunaan gula untuk produksi energi. Protein ini mencapai jumlah maksimal selama empat jam saat siang hari, menunjukkan bahwa kapasitas mitokondria untuk membakar gula sekitar pada waktu ini. Untuk memeriksanya lagi, para peneliti menyediakan mitokondria dengan gula dan menemukan bahwa sekitar empat jam respirasi dan pemanfaatan glukosa memang tertinggi di saat-saat tersebut. Mereka juga menemukan bahwa protein yang bertanggung jawab untuk masuknya asam lemak ke dalam mitokondria hanya mengalami puncak selama delapan belas jam sehari dan sekali lagi tes menunjukkan pengolahan lemak akan menjadi optimal pada waktu yang sama.

Pada tikus dengan mutasi genetik yang mengganggu keseluruhan jam biologis mereka, jumlah protein ini tidak berubah, aktivitas dekomposisi lemak dan gula stabil.

"Temuan ini mendukung temuan sebelumnya di laboratorium kami di mana kami menunjukkan bahwa jika tikus makan hanya pada malam hari ketika mereka aktif, bukan sepanjang hari dan malam, mereka akan makan jumlah kalori yang sama tetapi tingkat lipid hati mereka akan menjadi 50 % lebih rendah, "kata Asher. "Dengan kata lain, hasilnya tidak hanya tergantung pada apa yang Anda makan, tetapi juga kapan Anda makan. Jika kita bisa lebih sadar akan waktu kegiatan selular kita, kita mungkin bisa mengambil keuntungan dari berbagai nutrisi dengan cara sehat".

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut: Adi Neufeld-Cohen et al. Circadian control of oscillations in mitochondrial rate-limiting enzymes and nutrient utilization by PERIOD proteins, Proceedings of the National Academy of Sciences (2016). DOI: 10.1073/pnas.1519650113

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel