Pengertian Gastritis Beserta Gejala, Penyebab Dan Penyembuhannya

Kita mungkin pernah mendengar kata Gastritis atau bahkan mengetahui pengertian, gejala dan penyebab gastritis itu sendiri. Namun kali ini kami akan membahas gastritis bagi anda yang belum mengetahui atau ingin tahu lebih lanjut.
Pengertian Gastritis Beserta Gejala, Penyebab Dan Penyembuhannya

Pengertian Gastritis

Gastritis adalah pembengkakan atau peradangan di lapisan lambung. Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang paling sering diakibatkan oleh ketidakteraturan diet, misalnya makan terlalu banyak dan cepat atau makan makanan yang terlalu berbumbu. selain itu, gastritis juga dapat disebabkan oleh infeksi dan penyebab lainnya seperti alkohol, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi.

Gangguan ini bisa berlangsung hanya untuk waktu singkat saja atau bisa juga untuk waktu hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Apabila Anda bingung dengan istilah gastritis, orang awam sering menyebut gastritis dengan sakit maag.

Gastritis sendiri berasal dari kata gaster yang artinya lambung dan itis yang berarti inflamasi atau peradangan. Gastritis adalah proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung, yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain. Secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel.

Secara garis besar, gastritis dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan pada manifestasi klinis, gambaran hispatologi yang khas, distribusi anatomi, dan kemungkinan patogenesis gastritis. Didasarkan pada manifestasi klinis, gastritis dapat dibagi menjadi akut dan kronik. Harus diingat bahwa walaupun dilakukan pembagian menjadi akut dan kronik, tetapi keduanya tidak saling berhubungan. Gastritis kronik bukan merupakan kelanjutan gastritis akut.

Gejala atau Tanda-Tanda Gastritis

Setiap penyakit kebanyakan memiliki tanda-tanda yang dapat terlihat, sama halnya dengan gastritis. Penyakit ini juga memiliki tanda - tanda pada seseorang, tanda tersebut adalah

  1. Seseorang mengalami Muntah dan juga mual 
  2. Seseorang mengeluarkan keringat dingin
  3. Seseorang akan terlihat Lemah dan pucat
  4. Sering bersendawa, khususnya saat perut orang tersebut merasa lapar
  5. Suhu badan seseorang meningkat
  6. Takikardia
  7. Nafsu makan orang tersebut menurun secara  drastis
  8. Nyeri epigastrum yang terjadi khususnya tak lama sesudah minum dan makan dari unsur-unsur yang memancing, contohnya minuman alkohol, makanan yang tercemar toksik stafilokokus, dan salisilat.

Faktor Penyebab Gastritis

Terdapat beberapa penyebab seseorang mengalami gangguan gastritis, namun faktor penyebab yang umum yang terjadi adalah sebagai beritkut:

  1. Makanan dengan tekstur keras serta dimakan sewaktu masih panas, contohnya bakso.
  2. Stress bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal pada bagian dalam tubuh yang bisa merangsang sel di dalam lambung secara berlebihan.
  3. Jadwal makan tak teratur dapat mengakibatkan lambung menjadi sulit beradaptasi dan juga bisa menyebabkan kelebihan asam lambung, selanjutnya akan mengiritasi dinding pada mukosa lambung. Karena itu salah satu metode pencegahan gastritis yaitu dengan makan tepat pada waktunya.
  4. Konsumsi minuman dengan kandungan kafein, contohnya teh dan kopi, makanan asam dan pedas, serta makanan yang memiliki kandungan gas juga dapat menyebabkan gastritis (Ubi, kol, buncis, dan lainnya).

Penyembuhan Gastritis

Untuk menyembuhkan seseorang dengan gastritis maka ia harus mengubah pola makan dan minumnya, hindari konsumsi makanan dan minuman yang dapat merangsang timbulnya gastritis. Sebelum makan minumlah obat antasida, pola makan harus teratur dan biasakan makan 4 sehat 5 sempurna, dan hindari stress. Jika ada masalah selesaikan jangan terlalu dipikirkan terus menerus, karena dapat berakibat stress dan Anda akan terserang gastritis atau penyakit maag.

Stress ini merupakan salah satu penyebab umum orang terserang gastritis, karena itu orang yang tinggal di kota besar seringkali mengalami penyakit ini. Ketika makan juga sebaiknya porsi diatur, jangan terlalu banyak, lebih baik sering makan namun dengan porsi kecil, jaga agar lambung tidak kosong. Jika kosong Anda dapat memakan snack ringan seperti roti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel