Pengertian Gout Arthritis dan Faktor Penyebabnya

Sebelum lebih jauh membahas faktor-faktor penyebab penyakit ini, kita akan membahas pengertian Gout arthritis dahulu. Penyakit Pirai atau Gout Arthritis adalah sebuah penyakit yang di sebabkan oleh adanya tumpukan asam atau tumpukan kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Gout berhubungan erat dengan gangguan metabolisme purin yang memicu terjadinya peningkatan kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia), yaitu jika kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dl.
Pengertian Gout Arthritis dan Faktor Penyebabnya

Pengertian Gout Artritis

Gout Artritis adalah salah satu dari 100 jenis penyakit reumatik yang telah di kenal dan disebabkan oleh metabolisme abnormal dari purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Di Negara kita, rematik gout menempati urutan kedua terbanyak setelah penyakit osteoartritis (OA) yang lebih dikenal sebagai penyakit perkapuran sendi. Secara tradisional, gout dibagi menjadi dua, yaitu: bentuk primer (90%) dan bentuk sekunder (10%). Gout primer adalah gout yang penyebabnya tidak diketahui atau karena gangguan atau kelainan pada proses metabolisme tubuh. Sementara itu, gout sekunder adalah gout yang penyebabnya dapat diketahui.

Jadi, penyakit gout artritis disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Hal ini diikuti dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat dipersendian yang menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan/atau jari.

Faktor-faktor Penyebab terjadinya gout arthritis

Berikut ini adalah beberapa penyebab atau factor-faktor terjadinya penyakit ini

Dehidrasi

 Pada dasarnya semua cairan itu adalah pelarut. Namun, daya larut setiap cairan berbeda-beda. Sehingga kekurangan cairan didalam tubuh akan menghambat ekskresi asam urat. Air yang memiliki daya larut paling tinggi adalah air putih.

Air putih dapat melarutkan semua zat yang larut di dalam cairan, termasuk asam urat. Air di butuhkan untuk melarutkan asam urat yang di keluarkan melalui ginjal bersama urin. Jika tubuh seseorang mengalami kekurangan air, maka ini akan menghambat ekskresi asam urat sehingga memicu peningkatan asam urat. Saat volume cairan tubuh kurang, maka sampah sisa metabolisme pun akan menumpuk. Penumpukan asam urat dan sisa metabolisme itulah yang menimbulkan rasa nyeri di persendian.

Adanya Penyakit ginjal kronis

Ginjal adalah alat penyaring berbagai benda asing untuk diekskresi keluar tubuh. Oleh karena itu, gangguan yang timbul pada organ ini akan memengaruhi metabolisme tubuh dan menimbulkan berbagai jenis penyakit. Salah satunya penyakit yang bisa ditimbulkan adalah hiperurisemia.

Pasca-operasi

Seseorang yang telah melakukan kegiatan operasi beresiko mengalami kenaikan kadar asam urat sesaat. Karena penurunan jumlah air yang mereka konsumsi setelah operasi menyebabkan ekskresi asam urat terhambat untuk sementara waktu.

Faktor usia

Penyakit ini umumnya dialami oleh pria dan wanita dewasa yang berusia diatas 40 tahun. Pria memiliki resiko gout lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Jumlah total penderita gout pada pria lebih banyak dibandingkan dengan kaum wanita. Ketika memasuki usia paruh baya, jumlahnya menjadi sebanding antara pria dan wanita.

Resiko terkena penyakit ini mencapai puncaknya pada saat seseorang akan berusia 75 tahun, setelah berusia di atas 75 tahun, resiko gout semakin menurun, bahkan tidak ada resiko sama sekali. Kecuali, jika penyakit tersebut merupakan perkembangan dari penyakit gout kronis yang sebelumnya telah dialami.

Konsumsi alkohol

Sejumlah studi mengatakan konsumsi alkohol memiliki pengaruh sangat besar dalam meningkatkan prevalensi gout pada penggemar alkohol. Dikatakan bahwa penderita obesitas yang gemar mengkonsumsi akohol dipastikan mengalami gout. Jadi, dampak buruk alkohol akan semakin nyata pada individu yang mengalami obesitas.

Makan berlebihan

Makanan akan menambah asupan purin, jumlah purin yang beredar di dalam tubuh. secara teknis, penambahan purin yang beredar di dalam darah tergantung pada jumlah purin yang berasal dari makanan. Artinya, semakin banyak mengkonsumsi purin, semakin tinggi kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) dalam tubuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel