Perubahan Yang Terjadi Pada Manula

Seiring perubahan waktu setiap manusia akan mengalami pertambahan umur dan lambat laun akan menjadi tua yang sering kita sebut sebagai  Lansia ( lanjut usia ) atau Manula ( manusia usia lanjut ). Oleh karena itu pasti para manula akan mengalami perubahan pada fisiknya, terutama perubahan – perubahan yang menurun dari keadaannya sewaktu masih muda. Perubahan ini juga akan semakin cepat atau semakin lambat tergantung dari banyak factor seperti makanan, pekerjaan sahari – hari dan lingkungan tempat tinggal.
Perubahan Yang Terjadi Pada Manula
Oleh karena adanya perubahan tersebut tentulah para manula akan mengalami berbagai kesulitan. Untuk lebih memahami apa yang menjadi perubahan yang terjadi pada lansia, berikut kami berikan daftar perubahan perubahannya.

Perubahan Yang Terjadi Pada Lansia atau Manula

Kulit

Hal yang paling jelas kita bias lihat pada lansia atau manula adalah kulitnya menjadi keriput atau juga kulit kepalanya menjadi lebih menipis. Rambut dalam telinga dan hidung akan lebih menebal. Elastisitas dari kulit akan menurun, vaskularisasi menurun, rambut akan menjadi memutih atau ber uban, kelenjar keringat menurun, kuku menjadi keras dan rapuh, serta kuku kaki tumbuh berlebihan seperti tanduk.

Penglihatan

Seperti pada kulit yang mengalami penurunan, pengelihatan seorang manula juga akan ikut menurun. Pada manula respon terhadap sinar akan menurun, adaptasi terhadap gelap juga akan menurun, akomodasi menurun sehingga kebanyakan manula akan mememrlukan kacamata, lapang pandang menurun, dan jug adapt terjadi katarak.

Pendengaran

Pada manula tulang-tulang pendengaran mengalami kekakuan, ini akan menyebabkan mereka akan menjadi lebih sulit untuk mendengar, terutama suara –suara yang kecil. Oelh karena itu sering kita lihat banyak yang menggunakan alat bantu pendengaran atau beberapa orang berbicara dengan suara lebih besar dengan manula.

Gastrointestinal

Pada manula Esophagus akan menjadi melebar, asam lambung menurun sehingga keinginan makan menurun atau lapar menurun dan peristaltik ikut menurun sehingga daya absorbsi juga ikut menurun. Ukuran lambung pada manula akan lebih mengecil serta fungsi organ aksesori menurun sehingga menyebabkan berkurangnya produksi hormon dan enzim pada system pencernaan.

Muskuluskeletal

Seperti pada kulit, pada tulang merekapun akan mengalami perubahan seperti cairan tulang menurun atau berkurang jumlahnya sehingga menjadi mudah rapuh, bungkuk, persendian membesar dan menjadi kaku, kram, tremor, dan tendon mengerut dan mengalami sklerosis.

Persarafan

Saraf panca indra pada manula akan mengecil sehingga fungsinya juga akan ikut menurun serta lambat dalam merespon dan waktu bereaksi khususnya yang berhubungan dengan stress. Berkurang atau hilangnya lapisan myelin pada akson, sehingga menyebabkan kurangnya respon pada motorik dan juga akan mengurangi reflek.

Respirasi

Pada manula otot-otot pada bagian pernafasan kekuatannya akan mengalami penurunan dan akan menjadi lebih kaku sehingga elastisitas paru–paru  juga ikut menurun, kapasitas residu meningkat sehingga menarik napas bagi para manula akan menjadi lebih berat dari pada saat mereka masih remaja, alveoli akan melebar namun jumlahnya akan menurun, kemampuan batuk menurun, serta terjadi penyempitan pada bagian saluran bronkus

Kardiovaskuler

Katup jantung pada pada manula akan lebih menebal dan akan menjadi kaku sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah juga akan ikut menurun (menurunnya kontraksi dan volume), elastisitas pembuluh darah juga akan mengalami penuruna, serta meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer sehingga tekanan darah pada manula biasanya akan mengalami peningkatan.

Sel

Sama halnya seperti bagian lainnya tadi, jumlah sel pada manula akan berkurang dan mempengaruhi bagian lain dari tubuh manua itu sendiri, namun ukuran selnya akan membesar. Meskipun ukuran sel membesar namun cairan tubuh manula akan menurun. Terakhir adalah cairan intraseluler juga akan ikut menurun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel