Klasifikasi Virus Dalam Ilmu Biologi

Klasifikasi virus awalnya sangat susah dilakukan karena virus sering dianggap sebagai organisme peralihan antara mahluk hidup dan benda mati. Ciri –ciri mahluk hidup yang tidak ada pada virus adalah bergerak, tidak bernafas, tidak melakukan metabolisme, tidak tumbuh sehingga tidak membutuhkan nutrisi dan tidak mengeluarkan zat sisa.
virus
Walaupun virus tidak memiliki ciri-ciri mahluk hidup tersebut, namun virus tersusun atas bahan-bahan mahluk hidup. Meskipun demikian, virus tetaplah bukan sebuah sel yang dapat berkembangbiak dengan cara membelah diri. Virus memanfaatkan sel lainnya untuk “memperbanyak” dirinya dimana ini seperti mengcopy dirinya. Mereka biasanya akan menginfeksi tubuh inangnya dan melakukan replikasi diri di dalam tubuh inangnya yang telah ia infeksi sebelumnya. Dalam satu kali infeksi, mereka dapat membuat copy-an dirinya hingga ribuan, lalu setelah selesai maka mereka akan “menghancurkan” tubuh dari sel inangnya.

Seiring berkembangnya pengetahuan, manusia mulai membuat klasifikasi untuk virus. Ini bertujuan agar mempermudah manusia dalam mengidentifikasi organisme peralihan ini sehingga dapat di pelajari dengan mudah. Dalam pembagiannya juga terdapat beberapa hal yang perlu di perhatikan. Berikut adalah pembagian virus.

Virus Berdasarkan Gejala

Sebelum manusia mengenal betul mengenai virus, manusia hanya mengidentifikasi dari gejala yang di hasilkan oleh virus tersebut. Virus tersebut hanya dapat diamati jika telah menjangkiti tubuh inangnya yang biasanya berukuran dapat di lihat oleh mata telanjang. Ini berarti, cara ini adalah cara yang paling pertama di lakukan manusia untuk mengklasifikasikan virus.
gejala oleh virus

Namun kelemahan dari cara pengelompokan ini adalah pengamat harus lebih dulu mengamati gejala yang di timbulkan sehingga dapat di tarik kesimpulan mengenai virus tersebut. Berikut adalah pembagiaan virus berdasarkan gejala :

Virus Penyakit Umum

Pada virus penyakit umum, kita dapat mengamatinya karena virus tersebut akan menjangkiti tubuh secara keseluruhan. Artinya ia di bawa melalui pembuluh darah dan dapat di sebarkan ke seluruh tubuh atau ke semua organ yang di jangkitinya. Contoh dari golongan virus penyakit umum ini adalah virus campak, cacar air, rubella, demam kuning dan dengue.

Namun, dengan berkembangnya teknologi saat sekarang ini, banyak virus yang telah dibuatkan vaksin serta obatnya. Vaksin agan berguna untuk mencegah seseorang terkena dampak atau akibat yang di timbulkan oleh virus tersebut. Vaksin itu sendiri membutuhkan virusnya dalam proses pembuatannya.

Virus Organ Tertentu

Tidak seperti virus yang menyebabkan penyakit umum, pada virus di kelompok ini mereka akan menyerang organ tertentu dari mahluk hidup yang di jangkitinya. Meskipun penyebarannya dapat sama dengan virus penyakit umum, namun ia nantinya hanya dapat bekerja pada bagian tertentu dari tubuh mahluk hidup tersebut. Contoh dari virus ini yang sering kita lihat penderitanya adalah influenza dimana bagian yang di serang oleh virus tersebut adalah bagian organ pernafasan pada manusia.

Virus Berdasarkan Jenis Hospes

Dalam ilmu parasitologi, hospes diartikan sebagai inang dimana tempat hidup suatu parasit. Jadi, pembagian ini juga dapat di katakan sebagai pembagian sesuai dengan tempat hidup dari virus tersebut. Pada pembagian ini, mereka dapat kita kelompokkan menjadi 3 berdasarkan mahluk hidup yang menjadi inangnya atau jenis inangnya. Pengelompokannya adalah sebagai berikut :

Virus Bakteri

Pada virus ini, inang dari virus tersebut  adalah bakteri dimana virus ini biasanya akan aktif jika bertemu dengan bakteri yang sesuai dengan bagian yang dapat di tempeli oleh virus tersebut. Dengan kata lain, virus tersebut tidak dapat menjangkiti semua jenis bakteri. Contoh dari virus ini adalah bakteriofage yang menyerang bakteri E.coli.

Tidak selamanya kemampuan virus untuk menjangkiti bakteri ini buruk. Kadang virus juga dibutuhkan oleh manusia untuk membunuh atau melemahkan bakteri pathogen dimana virus tersebut tidak dapat menjangkiti manusia. akibatnya hanya bakteri pengganggu tersebut saja yang akan terkena dampak dari virus tersebut.

Virus Tumbuhan

Berbeda dengan virus bakteri, pada virus tumbuhan yang di jadikan inang adalah sel - sel dari tumbuhan tersebut. Ini akan mengakibatkan gangguan pada seluruh atau sebagian dari organ tumbuhan tersebut. Tentu saja dampat yang diakibatkannya kebanyakan bersifat merusak, misalnya saja virus yang menyerang batang tumbuhan sehingga batangnya menjadi rusak dan berakibat pada daun tumbuhan tersebut. Pada virus ini yang menjadi asam nukleatnya adalah RNA.

Virus Hewan

Seperti namanya, virus ini akan menjangkiti sel-sel hewan sehingga akan mengakibatkan beberapa organ atau seluruh organ dari hewan tersebut akan mengalami gangguan. Seperti pada virus tumbuhan, virus pada hewan juga dapat mengganggu perkembangan hewan tersebut bahkan pada tingkat yang parah akan mengakibatkan kematian secara cepat, terutama jika media penyebaran virus ini adalah udara maka tidak dapat kita hentikan dengan segera dan akan menjangkiti banyak inang. Asam nukleat dari virus ini biasanya berupa DNA dan RNA.

Virus Berdasarkan Sistem Penamaan / Taksonomi

Taksonomi yaitu ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi / pengelompokanpada makhluk hidup secara berurut sesuai dengan derajat kesamaan dan perbedaan antara mahluk hidup tersebut. Seperti pada mahluk hidup, virus akhirnya diberi sistem penamaan atau taksonomi yang dapat mengidentifikasi jenis dari virus tersebut. Ini bertujuan untuk mempermudah seseorang dalam mengingat dan mempelajari sebuah virus. Meskipun di beri system penamaan, namun taksonomi dari virus sendiri terpisah dari taksonomi pada mahluk hidup lainnya.

Taksonomi pada virus terdiri dari empat tingkatan,yaitu tingkatan ordo, setelah itu tingkatan famili, berikutnya adalah tingkatan genus, dan yang terakhir adalah tingkatan spesies.

Ketentuan-ketentuan dari penamaan virus telah di buat dari tahun 1966 oleh ICNV ( international comitte on nomenclature of viruses ) yang isinya antara lain adalah :

  1. Pada virus, untuk menyatakan tingkatan family digunakan kata akhiran –viridae
  2. Pada tingkatan subfamily digunakan akhiran –virinae
  3. Pada tingkatan genus dan spesies digunakan akhiran –virus

Virus Berdasarkan Kandungan Asam Nukleat ( DNA  dan RNA )

DNA dan RNA adalah hal yang perlu dimiliki oleh mahluk hidup. Pada organism peralihan seperti virus, penggunaan DNA dan RNA tidak sama persis pada mahluk hidup lain, namun masih memiliki hubungan erat.
Tidak semua virus memiliki DNA dan tidak semua virus pula memiliki RNA, sehingga ICTV ( international comitte on taxonomy of viruses ) mengklasifikasikan mereka menjadi dua jenis berdasarkan kandungan dari DNA dan RNA-nya sehingga menjadi virus DNA dan juga virus RNA.

Virus DNA

Virus DNA adalah virus yang asam nukleatnya terdiri atas susunan DNA dan sering juga di sebut dengan istilah Deoksiribovirus, diamana DNA sendiri adalah tempat penyimpanan genetik dari mahluk hidup. DNA yaitu makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida dan letaknya berulang-ulang, tersusun rangkap serta membentuk ikatan seperti rantai ganda dan berplin ( double helix ).

Setiap nukleotida pada DNA terdiri atas tiga gugus molekul yaitu doeksiribosa, Basa nitrogen dan gugus fosfat.  Basa nitrogen sendiri terdiri atas dua komponen yakni purin dan primidin. Purin terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T). DNA dapat digunakan sebagai heterokatalik (mensistesis molekul lain seperti RNA) pada mahluk hidup dan otokatalitik ( replikasi diri ) pada virus.

Contoh virus yang termasuk kedalam jenis deoksiribovirus adalah :

  • papova virus yang menyebabkan penyakit kutil pada manusia/papiloma
  • herpes virus yang menyebabkan penyakit herpes
  • mozaik virus yang menyebabkan penyakit bercak-bercak pada daun tembakau
  • pox virus yang menyebabkan penyakit kanker seperti leukemia dan limfoma, dan ada pula yang dapat menyebabkan AIDS

Virus RNA

Virus RNA adalah virus yang asam nukleatnya terdiri atas susunan RNA dan sering juga di sebut dengan istilah Ribovirus. RNA yaitu makromolekul yang berfungsi sebagai tempat penyimpan dan penyalur suatu informasi genetik. RNA dibagi kedalam tiga jenis yaitu rRNA ( ribosom RNA ), mRNA ( messenger RNA ) atau dRNA, dan tRNA ( transfer RNA ). DNA dan RNA adalah perangkat yang bertanggung jawab dalam proses sintesis protein.

Contoh virus yang termasuk kedalam kelompok ribovirus adalah sebagai berikut ini :

  • retrovirus yaitu virus yang dapat menyebabkan AIDS.
  • rhabdo yaitu virus yang dapat menyebabkan penyakit rabies
  • paramyxo yaitu virus yang dapat menyebabkan pes pada hewan ternak
  • orthomyxo yaitu virus yang dapat menyebabkan penyakit influenza
  • picorna yaitu virus yang dapat menyebabkan penyakit polio
  • arena yaitu virus yang dapat menyebabkan penyakit meningitis
  • hepatitis yaitu virus yang menyebabkan penyakit hepatitis pada manusia
  • toga yaitu virus yang menyebabkan penyakit demam kuning dan ensefalitis

Virus Berdasarkan Bentuk Dasarnya

Bentuk adalah komponen yang sangat penting dari virus, karena bagi virus bentuk sendiri dapat menentukan kecocokan virus tersebut dengan tubuh inangnya. Dimana jika bentuknya cocok atau sesuai dengan bagian luar dari sel inangnya maka virus akan dapat menjangkiti sel tersebut.

Virus bentuk ikosahedral

Kapsid simetri pada virus yang berbentuk Ikosahedral membuat virus akan tampak seperti bola pada perbesaran rendah, tetapi sebenarnya mereka tidak benar-benar bulat. Bentuk ikosahedral adalah cara yang paling efisien dalam menciptakan struktur kuat dari beberapa salinan protein tunggal. Bentuk ikosahedral ini akan menghemat penggunaan ruang pada genom virus. Contoh dari virus yang berbentuk ikosahedral ini adalah polio dan adenovirus.

Virus bentuk helikal / helix

Kapsid heliks pada suatu terdiri dari satu jenis subunit protein yang ditumpuk pada bagian sekitar poros tengah sehingga akan membentuk struktur heliks. Virus Heliks mungkin memiliki pusat yang memiliki rongga dan ini juga yang membuatnya terlihat seperti tabung hampa. Virus mosaik tembakau ( TMV ) adalah yang telah dipelajari dengan baik dan merupakan contoh dari virus heliks.

Virus bentuk kompleks 

Pada Virus kompleks, ia memiliki suatu kapsid yang tidak lagi murni helik atau murni ikosahedral. Ia juga memiliki struktur tambahan pada tubuhnya seperti ekor protein atau dinding luar yang kompleks. Subunit protein viral akan merakit dirinya ke dalam kapsid, tapi virus kompleks DNA juga mengkode protein agar membantu dalam membangun kapsid virus.

Banyak virus fage yang berbentuk kompleks, mereka dapat memiliki kepala yang berbentuk ikosahedral namun terikat dengan ekor yang berbentuk heliks. Ekor mungkin memiliki pelat dasar dengan serat ekor protein. Beberapa virus yang kompleks diketahui juga tidak memiliki serat ekor.

Virus bentuk amplop

Beberapa virus mampu menutupi dirinya sendiri seperti amplop. Virus ini dapat menggunakan membran luar dari sel inang atau membran internal seperti membran inti atau retikulum endoplasma sebagai bahan penutup tubuhnya. Dengan cara tersebut virus ini akan mendapat keuntungan suatu lapisan ganda lipid pada bagian luar, dan mereka di kenal sebagai virus amplop. Membran dipenuh oleh protein yang mengkode genom virus dan genom inang. Namun, lipid membran dan karbohidrat yang ada seluruhnya berasal dari sel inang. Virus influenza, HIV, dan virus varicella zoster adalah contoh virus amplop.

Virus Berdasarkan Keberadaan Selubung Nukleokapsid

Pada beberapa virus, ada yang memiliki selubung pada nukleokapsidnya sehingga virus dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

Virus Berselubung

Virus mempunyai selubung pada nukleokapsidnya yang tersusun atas lipoprotein atau glikoprotein. Contoh dari virus ini diantaranya adalah  poxvirus, herpesvirus, orthomyxovirus, paramyxovirus, rhabdovirus, togavirus, dan retrovirus.

Virus Telanjang

Pada virus telanjang nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain. Contoh dari virus yang termasuk kedalam virus telanjang adalah Adenoviruses, Papovaviruses, Picornaviruses, dan Reoviruses.

Virus Berdasarkan jumlah kapsomernya

Kapsomer yaitu subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang sedikit, kapsomer akan bergabung lalu membentuk kapsid. Berikut ini adalah jenis virus yang dibagi berdasarkan jumlah kapsomernya :

Virus 252 kapsomer

Pada virus ini mereka memiliki kapsomer berjumlah 252, Contohnya adalah virus adenovirus

Virus 162 kapsomer

Pada virus ini mereka memiliki jumlah yang lebih sedikit dari kapsomer 252 yaitu sebanyak 162 kapsomer, Contohnya adalah virus herpesvirus

Virus 72 kapsomer

Virus ini memiliki kapsomer berjumlah 72, Contohnya adalah virus papovavirus

Virus 60 kapsomer

Contohnya dari virus ini adalah virus picornavirus, ia termasuk jenis ini karena memiliki kapsomer dengan jumlah 60

Virus 32 kapsomer

Jenis yang terakhir adalah virus yang memiliki jumlah kapsomer sebanyak 32, Contoh dari virus ini adalah virus parvovirus

Virus Berdasarkan Alur Fungsi Genomnya

Virus dapat di klasifikan menjadi 7 kelompok virus yang berbeda jika di bagi berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga dengan klasifikasi Baltimore, klasifikasi ini adalah sebagai berikut:

Virus Tipe I

Pada virus ini ia memiliki DNA Utas Ganda

Virus Tipe II 

Pada virus jenis ini mereka memiliki DNA Utas Tunggal

Virus Tipe III

Tidak seperti virus jenis I dan II yang memiliki DNA, pada virus uni memiliki RNA Utas Ganda

Virus Tipe IV

Pada virus type ini mereka memiliki RNA Utas Tunggal (+)

Virus Tipe V

Pada virus ini mereka memiliki RNA Utas Tunggal (-)

Virus Tipe VI

Pada virus VI ini memiliki RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara

Virus Tipe VII

Yang terakhir adalah virus type VII yang memiliki DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

Kesimpulan dan Tambahan

Ada banyak pengklasifikasian atau pengelompokan virus. Pengelompokan virus dilakukan oleh seseorang dengan tujuan dan kepentingan tertentu, ini berarti klasifikasi di atas bisa jadi akan di tambah lagi sesuai dengan kebutuhan. Namun, kendala dari pengelompokan virus adalah tidak semua virus telah di ketahui atau dengan kata lain kita tidak memiliki atau belum memiliki cukup data untuk mengelompokannya lebih lanjut lagi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel