Membelah Diri Pada Hewan Uniseluler

Membelah diri pada hewan biasanya hanya dilakukan oleh hewan bersel tunggal (uniseluler), oleh karena itu mereka berukuran mikroskopis. Untuk melihatnya melakukan perkembangbiakan dengan cara ini kita perlu mengamatinya dengan bantuan mikroskop karena mereka tidak terlihat hanya dengan mata telanjang. Makhluk hidup yang melakukan perkembangbiakan dengan membelah diri adalah bakteri, archaea, dan protista (terutama beberapa protozoa).

proses membelah diri pada hewan
Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara membelah diri adalah amoeba. Amoeba adalah hewan bersel satu yang memiliki bentuk tubuh yang tidak beraturan dan selalu berubah-ubah. Makhluk hidup uniseluler ini hidup di daerah yang basah seperti sungai, danau dan tanah yang tergenang air. Dengan terus-menerus mengubah bentuk tubuhnya, amoeba menciptakan ekstensi sel yang dikenal dengan sebutan pseudopods yang membantunya dalam melakukan pergerakan.

Contoh lainnya hewan yang berkembang biak dengan cara membelah diri adalah paramecium. Paramecium adalah salah satu hewan bersel satu yang termasuk kedalam siliata. Siliata adalah makhluk hidup yang bergerak menggunakan silia atau yang sering di sebut dengan rambut halus. Bentuk tubuh hewan ini berbentuk seperti sandal. Seperti amoeba, paramecium juga hidup pada tempat – tempat yang berair.

Memebelah diri adalah salah satu cara reproduksi aseksual atau tidak melalui proses kawin. Dalam pelajaran biologi biasanya digunakan bakteri E. coli untuk mengamati proses membelah diri pada hewan. Pada sebagian besar kasus, hewan – hewan tersebut akan membelah diri ketika organism tersebut berada dalam kondisi lingkungan yang menguntungkan.

Tahapan dari proses membelah diri adalah replikasi DNA, pembesaran sel induk, pemisahan DNa dan terakhir adalah memisahkan diri. Dalam proses tersebut makhluk hidup yang awalnya satu sel akan membelah diri menjadi dua individu yang berbeda. Replikasi DNA adalah penanda bahwa makhluk hidup tersebut siap untuk membelah diri, pada tahap ini terjadi pembentukan replikasi gelembung yang akan memisahkan untaian rantai DNA lalu berikutnya DNA akan dibuat salinannya ( diduplikasi ).

Pada tahap pemisahan DNA, terjadi juga pemisahan dua kromosom. Tahap tersebut dikendalikan oleh protein tertentu yang terbentuk di dekat lokasi pembelahan. Tahapan terakhir dari semua proses ini adalah membelahnya tubuh induk menjadi dua individu baru yang bersel tunggal dimana mereka berdua memiliki kromosom yang sama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel