Bagian - bagian Mikroskop dan Fungsinya

Sejak Sekolah Menengah Pertama kita telah di kenalkan dengan mikroskop, bagian-bagian mikroskop dan juga fungsi mikroskop. Mikroskop sangat berguna bagi ilmu biologi dan kesehatan, namun banyak juga disiplin ilmu lainnya yang membutuhkan alat ini sebagai penunjang dalam penelitian mereka. Fungsi utama dari alat ini sebenarnya adalah untuk melihat benda – benda atau makhluk hidup yang sangat kecil dan tidak terlihat secara kasat mata.
Bagian - bagian Mikroskop dan Fungsinya

Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda kecil yang tidak terlihat oleh mata seperti sel, mikroba dan virus. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh dua orang pembuat kacamata yaitu Zachrian Jannssen dan Hans Janssen pada tahun 1590. Selain itu, Galileo Galilei juga membuat mikroskop sendiri. Selanjutnya mikroskop juga dikembangkan oleh Antony Van Leeuwenhoek yang mampu membuat alat ini melakukan perbesaran hingga 300 kali.

Saat ini mikroskop sudah sangat berkembang dengan pesat, dan memiliki perbesaran yang sangat tinggi seperti mikroskop elektron. Namun, untuk keperluan pembelajaran di sekolah biasanya digunakan mikroskop cahaya dimana dalam penggunaannya kita perlu mengetahui bagian-bagian dan fungsinya masing-masing.

Bagian Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Sebelum dapat menggunakan mikroskop dengan baik, kita perlu mengetahui setiap bagian-bagian mikroskop dan tentu saja fungsinya. Setelah itu kita dapat mengetahui cara menggunakannya dengan baik dan benar. Berikut adalah bagian-bagian mikroskop :

Lensa okuler

Lensa okuler yaitu lensa yang letaknya dekat dengan mata pengamat atau observer. Pada mikroskop cahaya yang sering digunakan di lab sekolah, lensa ini biasanya terletak di atas tabung mikroskop dan berjumlah satu. Fungsi dari lensa okuler adalah untuk membentuk bayangan yang maya, tegak, diperbesar yang didapat dari lensa objektif.

Lensa objektif

Lensa objektif yaitu lensa yang letaknya dekat dengan objek yang sedang diamati. Kita dapat mengatur perbesaran yang dihasilkan oleh lensa ini dengan cara memutar revolver. Dengan mengalikan perbesaran lensa okuler dan lensa objektif kita dapat mengetahui perbesaran yang sedang dipakai pada mikroskop tersebut. Fungsi lensa okuler ini sendiri adalah untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar dari objek yang sedang diamati.

Tabung mikroskop

Tabung mikroskop atau tubus adalah bagian dari mikroskop berbentuk tabung. Tabung tersebut adalah penghubung antara lensa objektif dan lensa okuler, kedua lensa tersebut berada pada masing-masing ujung tubus. Fungsi tabung mikroskop adalah sebagai penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif dan meneruskan cahaya atau bayangan yang datang dari lensa objektif ke lensa okuler.

Makrometer

Makrometer atau yang sering disebut juga dengan pemutar kasar adalah bagian mikroskop yang memiliki fungsi untuk mengatur jarak mikroskop dengan meja benda dengan cepat.

Mikrometer

Selain Makrometer kita juga memerlukan mikrometer atau pemutar halus. Fungsinya sama dengan makrometer namun pada mikrometer pengaturan jarak antara meja benda dan tubus tidak secepat makrometer. Gunanya adalah menemukan focus yang tidak dapat atau sulit ditemukan oleh makrometer.

Revolver

Telah dibahas pada lensa objektif bahwa revolver adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengatur perbesaran lensa objektif.

Reflektor

Pada mikroskop cahaya sederhana biasanya kita menggunakan reflector untuk memperoleh sumber cahaya. Pada mikroskop yang lebih baru kini fungsi reflektor biasanya telah diambil alih oleh lampu. Pada reflrktor terdapat dua jenis cermin yaitu cermin cekung dan cermin datar. Kedua cermin tersebut fungsinya sama yaitu memantulkan cahaya agar cahaya tepat menuju objeh sehingga objek dapat terlihat dengan jelas. Pemilihan cermin yang digunakan tergantung dari kebutuhan cahaya, saat banyak cahaya kita hanya perlu menggunakan cermin datar, pada kondisi kurang cahaya kita memerlukan cermin cekung untuk mengumpulkan cahaya. Jadi, fungsi dari reflektor adalah mengumpulkan cahaya pada objek yang sedang diamati.

Diafragma

Terkadang cahaya yang masuk dari reflektor terlalu banyak sehingga dapat menyilaukan mata sehingga perlu ada yang dapat menahan cahaya tersebut. Oleh karena itu kita memerlukan diafragma yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk.

Kondensor

Kondensor yaitu bagian dari mikroskop yang memiliki fungsi mengumpulkan cahaya. Alat ini bisa putar dan dinaik-turunkan.

Meja benda

Benda yang sedang kita amati tentu memerlukan tempat agar benda tersebut dapat diamati dengan baik. Meja benda atau meja mikroskop adalah bagian mikroskop yang berfungsi untuk sebagai tempat dari benda tersebut.

Penjepit kaca

Obejek yang kita amati dengan mikroskop biasanya ditempatkan pada kaca tipis sehingga benda tersebut dapat lebih mudah untuk diamati. Penjepit kaca ini berfungsi agar objek yang telah ditempatkan pada kaca tersebut tidak bergeser.

Lengan mikroskop

Tubus dan meja benda tidak terhubung secara langsung, jadi untuk menyangga tubus diperlukan lengan mikroskop. Namun, fungsi utama dari lengan mikroskop adalah sebagai pegangan mikroskop tersebut.

Kaki mikroskop

Kaki mikroskop berfungsi sebagai penyangga atau penopang mikroskop agar mikroskop tersebut tidak jatuh atau dapat berdiri tegak.

Sendi inklinasi

Sendi inklinasi atau yang sering disebut dengan pengatur sudut adalah bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop tersebut.

Kesimpulan

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda –benda kecil yang tidak terlihat oleh mata. Mikroskop memiliki bagian bagian seperti lensa okuler dan objektif, tabung mikroskop, mekrometer dan micrometer, revolver, reflektor, diafragma, kondensor, meja benda, penjepit kaca, lengan mikroskop, kaki mikroskop dan sendi inklinasi. Setiap bagian tersebut memiliki fungsinya masing - masing.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel