AHY Akui Jokowi Kandidat Terkuat di Pilpres 2019


Komandan Pemenangan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui Presiden Joko Widodo sebagai kandidat terkuat di ajang Pemilihan Presiden 2019. Hal itu disampaikan AHY usai menyambangi Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (6/3) siang.

Namun, AHY membantah turut membahas persiapan pemilihan presiden termasuk calon pendamping Jokowi dalam pertemuan tersebut.

"Tidak spesifik ke sana. Semua kembali kepada Presiden Jokowi. Diketahui Presiden jadi kandidat terkuat di Pilpres 2019," ucap Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/3).

Menurutnya, pemilihan calon wakil presiden memerlukan banyak waktu dan pertimbangan terutama dalam membangun koalisi. Pertemuan sekitar 30 menit tadi lebih banyak membicarakan harapan mereka jelang tahun politik.

"Kami bicara agar demokrasi semakin matang. Jangan sampai terbelenggu politik praktis jangka pendek. Semua harus memahami demokrasi bukan tujuan akhir," tuturnya.

Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini belum mau bersikap ketika disinggung kesiapan menjadi calon wakil presiden.

AHY mengaku saat ini sedang membekali diri dengan sejumlah aspek pemahaman seperti keberagaman di Indonesia, ilmu politik, dan kompleksitas masyarakat.

"Hanya itu yang bisa dilakukan hari ini, mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Waktunya hanya sejarah dan Tuhan yang menentukan," kata Agus.

Sejumlah survei telah mengungkap AHY sebagai salah satu kandidat potensial yang bisa mendampingi Jokowi dalam Pilpres mendatang.

Salah satunya adalah Alvara Research Center. AHY berada di posisi ketiga dengan 55,5 persen setelah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (61,9 persen) dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (59,6 persen).

Demokrat sampai saat ini belum bersikap soal Pilpres 2019. Namun Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Timo Pangerang sempat menyatakan bahwa partainya tak menutup kemungkinan AHY berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel