Kemenkumham: Ba'asyir Bisa Ajukan Grasi dengan Alasan Kemanusiaan


Terpidana teroris Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bisa saja mengajukan grasi ke presiden. Grasi tersebut diajukan atas alasan rasa kemanusian dan keadilan.

"Peluang untuk Ustaz Abu Bakar Ba'asyir ada untuk mengajukan grasi (dengan alasan kemanusiaan)," kata Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto kepada detikcom, Sabtu (3/3/2018).

Ade menjelaskan permohonan grasi bagi seorang terpidana itu diatur dalam Permenkumham nomor tahun 2016 tentang tata cara pengajuan grasi. Lanjut Ade ada dua grasi yang bisa diajukan, pertama grasi pada umumnya dan kedua grasi karena alasan kemanusiaan dan keadilan.

Ade menambahkan grasi karena alasan kemanusiaan dan keadilan bisa diberikan kepada terpidana usianya diatas 70 tahun, sakit berkepanjangan dan anak yang melanggar hukum. Melihat kondisi sekarang ini, menurut Ade, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bisa mengajukan grasi itu.

"Yang bersangkutan usia di atas 70 tahun dan sakit berkepanjangan, Tetapi masalahnya yang bersangkutan tidak mau mengajukan grasi," terang Ade.

Dia menambahkan, pengajuan grasi juga bisa dilakukan oleh kuasa hukum atau keluarga dengan syarat mendapat persetujuan dari terpidana. Namun, untuk terpidana hukuman mati tak perlu mendapat persetujuan.

"Keluarga atau kuasa hukum boleh mengajukan grasi tanpa persetujuan terpidana tapi bagi terpidana mati," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengusulkan agar Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur menjadi tahanan rumah. Pihak pengacara mengatakan Ba'asyir bersedia menjadi tahanan rumah.

"Tadi disampaikan, saya sempat mendengar ada berita di mana Pak Menhan akan memindahkan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir ditahan di sekitar wilayah Solo, dan saya konfirmasi ke Ustaz Abu dan beliau bilang, 'Saya nggak mau dipindahkan ke Solo (jika dijadikan tahanan kota). Tapi, kalau saya dipindahkan menjadi tahanan rumah, saya mau,'" kata pengacara Ba'asyir, Guntur Fattahillah, di RS Cipto Mangunkusumo, Jl Pangeran Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (1/3). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel