Sejarah dan Profil Provinsi Kalimantan Utara


Sejarah Provinsi Kalimantan Utara. Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara yang disingkat menjadi Kaltara, melalui proses panjang yang diwacanakan sejak tahun 2000. Provinsi Kaltara secara resmi terbentuk sejak ditandatanganinya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 16 November 2012 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

RUU pembentukan Provinsi Kalimantan Utara ini sebelumnya telah disetujui oleh Rapat Paripurna DPR pada 25 Oktober 2012 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU). Sejak terbit UU No. 20 Tahun 2012 maka resmi terbentuk Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia. Pada tanggal 22 April 2013 Penjabat Gubernur Kalimantan Utara yaitu Irianto Lambrie dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta.

Tujuan pembentukan provinsi ini adalah untuk mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, memperpendek rentang kendali (span of control) pemerintahan, terutama di kawasan perbatasan. Pemerintah Pusat berharap dengan adanya pemerintahan provinsi, permasalahan di perbatasan utara Kalimantan dapat langsung dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Diharapkan juga dengan adanya Provinsi Kaltara dapat meningkatkan perekonomian warga Kalimantan Utara yang berada di dekat perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Pada saat dibentuknya, wilayah Kaltara terbagi 5 wilayah administrasi yang terdiri atas 1 kota dan 4 kabupaten yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Seluruh wilayah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan bunyi Pasal 7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012, Kaltara beribukota Tanjung Selor yang berada di Kabupaten Bulungan.

Berikut ini profil lengkap dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri :

Nama Resmi : Provinsi Kalimantan Utara
Ibukota : Tanjung Selor
Luas Wilayah : 75.467,70 Km2  *)
Jumlah Penduduk : 584.505 Jiwa    *)
Suku Bangsa : Suku Bulungan, Suku Dayak dan Suku Tidung
Agama : Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu
Wilayah Administrasi : Kab.: 4,  Kota : 1,  Kec.: 50,  Kel.: 35,  Desa : 447  *)

ARTI LOGO

ARTI, BENTUK, WARNA, MAKNA DAN UKURAN LOGO DAERAH

Logo Daerah terdiri atas 9 (sembilan) bagian, yaitu :


1. Tulisan Kalimantan Utara;
2. Bintang;
3. Gerbang perbatasan merah putih;
4. Perisai dengan ukiran khas budaya Dayak, Bulungan dan Tidung, dengan parang dan tombak bersilangan didepannya;
5. Padi dan kapas yang diikat dengan pita, jumlah padi 22 butir, pita 4 (empat) simpul, dan kapas 13 buah;
6. Laut bergelombang;
7. 4 (empat) garis gelombang yang menggambarkan sungai;
8. Dibagian bawah ada tulisan “BENUANTA” diatas pita warna putih kuning.

Bentuk keseluruhan Logo Daerah, bersudut 5 (lima) yang mengandung arti dan makna berazaskan falsafah Negara Pancasila, dengan warna dasar biru muda/biru langit yang melambangkan keindahan, kesejahteraan, kedamaian, kewibawaan.

Warna Logo Daerah mempunyai arti :

1. Warna Putih, melambangkan kesucian, keikhlasan, kejujuran;
2. Warna Biru, melambangkan keindahan, kesejahteraan, kedamaian, kewibawaan;
3. Warna Hijau, melambangkan kesuburan, kemakmuran, ketaqwaan, pertembuhan;
4. Warna Hitam, melambangkan ketegasan, perlindungan, ketokohan;
5. Warna Merah, melambangkan keberanian, kekuatan;
6. Warna Kuning, melambangkan kemuliaan, keagungan, kesuksesan.

Makna Logo Daerah :

1. Tulisan KALIMANTAN UTARA, melambangkan identitas Provinsi Kalimantan Utara sebagai daerah Otonomi Baru;
2. Bintang, melambangkan ketuhanan Yang Maha Esa;
3. Gerbang Perbatasan Warna Merah Putih, melambangkan bahwa Provinsi Kalimantan Utara merupakan wilayah yang berada di perbatasan Negara Republik Indonesia;
4. Perisai dengan ukiran khas budaya Dayak, Bulungan dan Tidung, dengan parang dan tombak bersilang, melambangkan budaya masyarakat di Kalimantan Utara terdapat suku dan budaya yang beragam yang hidup saling berdampingan rukun, bersatu dan harmoni, penuh semangat pantang mundur untuk membangun dan selalu siap dalam menghadapi tantangan yang dating dari luar maupun dari dalam;
5. Padi dan Kapas, melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran yang merupakan tujuan seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Utara;
6. Laut bergelombang, melambangkan potensi sumber daya alam yang ada di lautan yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Utara, gelombang melambangkan kehidupan yang dinamis;
7. 4 (empat) buah sungai berwarna putih, bermakna sebagai urat nadi perekonomian dari 4 (empat) yang menghubungkan masyarakat di pedalaman dengan daerah pantai dan perbatasan (suangai kayan, sungai sesayap, sungai sembakung dan sungai sebuku);
8. Tulisan motto “BENUANTA” diatas pita kuning, merupakan motto/semboyan dari Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kalimantan Utara adalah wilayah kita/daerah kita yang harus dibangun dan dipertahankan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Nilai Budaya

Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Bulungan, Bahasa Dayak dan Bahasa Tidung

Lagu daerah: Pinang Sendawar, Tuyang dan Bebilin

Rumah tradisional: Lamin adat

Senjata tradisional: Mandau

Sumber : kemendagri.go.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel