Ahok di Mako Brimob, Wiranto: Tahanannya Beda, Jangan Dipermasalahkan


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta seluruh pihak tidak mempermasalahkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang turut ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, saat terjadi peristiwa kerusuhan narapidana kasus terorisme yang melakukan penyanderaan dan pembunuhan sadis terhadap lima anggota Polri pada Selasa 8 Mei malam.

Wiranto mengatakan, di dalam Rutan Mako Brimob terdapat enam rumah tahanan berbeda. Antara tahanan tempat Ahok mendekam dengan tahanan yang ditempati para napi terorisme yang memberontak dipisahkan.

"Untuk Ahok itu (di Rutan Mako Brimob) ada enam rumah tahanan di situ, jadi tidak dijadikan satu dengan teroris. Ahok ada sendiri, jadi tidak perlu kita permasalahkan," ujar Wiranto di Istana Kepresidenan, Kamis (10/5/2018).

Saat ini napi terorisme yang berjumlah 155 orang, sebagian sudah dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sementara masih tersisa 10 napi kasus terorisme lagi yang masih ditahan di Mako Brimob, menunggu pemberangkatan selanjutnya.

"Yang 10 masih kita tahan di situ," ungkap Wiranto.

Sementara Fifi Letty Tjahaja Purnama, adik kandung sekaligus kuasa hukum Ahok, melalui unggahan status di linimasa akun media sosial Instagram miliknya, mengatakan bahwa pihak keluarga belum bisa mengunjungi Ahok di Rutan Mako Brimob pasca-kerusuhan. Meski demikian, Fifi memastikan kondisi Ahok baik-baik saja.

"Sampai hari ini memang keluarga belum bisa kunjungi BTP, namun uda dapat kepastian BTP baik dan aman. Dan kondisi di Mako Brimob dari pagi ini uda terkendali dan aman. Adapun jadwal kunjungan bagi umum yg sudah terdaftar pada hari Jumat, tgl 11 Mei juga dibatalkan. Tetap mohon dukungan doa semua tetap aman dan baik, khusunya buat bapak polisi yg terluka yg sudah dibebaskan," tulis Fifi dalam akun Instagram-nya.

Sebagaimana diketahui, Ahok mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob karena terbelit kasus penistaan agama yang dilakukannya. Dalam kasus tersebut Ahok divonis menjalani masa tahanan selama dua tahun.

Dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa 8 Mei malam, ada sebanyak 156 narapidana kasus terorisme yang melakukan penyanderan terhadap 9 polisi. Dari 9 sandera tersebut, 5 gugur, sedangkan 4 lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka.

Operasi penyanderaan dan pembunuhan sadis terhadap sejumlah anggota Polri itu berlangsung selama 36 jam. Bahkan, para napi terorisme juga sempat menguasai sekira 30 senjata api hasil sitaan Densus 88 Antiteror yang disimpan di Mako Brimob. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel