BJ Habibie: Rakyat Indonesia Tetap Harus Berpegang Pada Pancasila


Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie berbicara soal 20 tahun reformasi Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia memang membutuhkan perubahan dan membutuhkan Pancasila.

Perubahan yang ia maksud adalah kehidupan masyarakatnya yang kini ia rasa mulai terpecah. Apalagi setelah banyaknya isu rasisme dan juga terorisme melanda Indonesia.

"Pancasila itu sudah disetujui dan diamalkan oleh Pak Soekarno. Dari dulu. Pancasila ini harus digunakan bangsa kita yang sekarang," kata Habibie di kediamannya, kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Minggu, 20 Mei 2018.

Habibie menjelaskan, adanya perbedaan dalam kehidupan bernegara bukan mejadi alasan untuk warga Indonesia saling membenci.

Justru sebaliknya, menurut Habibie, perbedaan tersebut harus menjadi dasar kuat menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"90 persen kita baca Alquran tapi kita bukan negara Islam. Kita negara multikultur. Yang percaya adanya Tuhan. Tetapi kepercayaan yang berbeda tapi tetap Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama," jelas Habibie.

Habibie menekankan, peradaban yang ada di kehidupan masyaratak Indonesia harus terus dipelihara dengan rasa persatuan. Menurut Habibie, oknum yang berusaha memecah belah justru harus dilawan balik dengan keyakinan pada Pancasila.

"Siapapun yang mau mengadu domba golongan agama, suku dan sesama manusia, harus kita lawan bersama," pungkas Habibie. [metrotvnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel