Briptu Rachel, Satu-satunya Wanita di Tim Penyerbu Teroris Mako Brimob


Polisi berhasil membuat 155 napi terorisme yang 40 jam menguasai Rutan Mako Brimob menyerah. Ultimatum peyerbuan besar-besaran membuat para napi terorisme mengendur hingga akhirnya menyerahkan diri.

Meski demikian, penyerbuan sempat dilakukan pada Kamis (10/5) pagi, karena 10 napi teroris masih bertahan di dalam rutan dengan senjata hasil rampasan. 5 kali bunyi ledakan dan beberapa suara tembakan terdengar. Tak lama, 10 napi terorisme yang tersisa langsung menyerahkan diri.

Adalah tim penyerbu dari Korps Brimob, termasuk Satuan 1 (Sat-1) Gegana yang membuat para napi teroris ciut nyali. Penyerbuan sudah disiapkan dilakukan saat fajar menyingsing setelah ultimatum terakhir dilakukan.

“Pada fajar pagi ini, dalam batas waktu yang kita tentutan  untuk melakukan serbuan, mereka menyerah tanpa syarat, dan mereka satu persatu keluar dari lokasi mereka. 145 Dari 155 keluar dan menyerah tanpa syarat,” kata Menko Polhukam Wiranto di Mako Brimob.


Setelah semua napi teroris menyerah, tugas tim penyerbu selesai. Mereka telah bersiaga dengan senjata lengkap sejak Selasa (8/5).

Usai operasi selesai, para tim penyerbu terlihat beristirahat di sekitar blok rutan yang sempat dikuasai teroris. Di antara sosok ‘garang’ dengan senjata lengkap, terlihat sosok lain yang berbeda. Dia terlihat mencolok karena menjadi satu-satunya wanita di tim penyerbu itu.

Sosok itu adalah Briptu Christeel Racheltania Philip yang merupakan anggota tim antiteror Korps Brimob. Rachel terlihat tersenyum setelah misi penyerbuannya selesai.

Briptu Rachel bukan polisi sembarangan. Dia memiliki kemampuan lengkap sebagai pasukan antiteror, termasuk menjinakkan bom. Rachel sehari-hari berdinas di Gegana. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel