Buwas: Bulog Tak Lagi Simpan Beras, tapi Gabah


Citra Perum Bulog yang selama ini dikenal menyimpan beras di gudang akan diubah menjadi menyimpan gabah. Hal ini akan dilakukan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Apalagi, sebagian masyarakat sudah ada yang kecewa dengan kualitas beras Bulog, yang 'terkenal' dengan kutuan, bau, oplosan hingga hitam.

"Saya akan ganti, yang selama ini Bulog simpan beras, saya mau nyimpan gabah. Jadi kalau kita butuh beras 1 ton, kita langsung giling itu gabah. Jadi beras ini baru, fresh," tegas Budi saat berdiskusi bersama di iNews Tower, Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.

"Kita buat terobosan. Jangan kaku lah. Kita bukan stok beras, tapi gabah. Kita ubah karena gabah tahan lama," sambungnya.

Menurut Buwas, sapaan akrabnya, hal ini untuk mengubah sistem di Bulog. Sebab, selama ini ada kesalahan manajemen di Bulog.

"Karena saya kepala Bulognya. Bukan simpan beras lagi yang sampai berbulan-bulan. Kita benahi semua. Harus ikut cara saya atau kalau enggak mau 'dipinggirin'," seloroh Buwas.

Untuk merealisasikan penyimpanan gabah, kata Buwas tidak akan memerlukan investasi. Sebab, Bulog sudah mempunyai alat giling dan bisa dikerjasamakan dengan masyarakat setempat atau pihak ketiga.

"Tentu alatnya harus ada standarnya. Pas rapat dengan Mentan juga, disiapkan 1.000 alat pengeringan gabah," beber Buwas.

Menurut Buwas, hal ini terinspirasi dari kakeknya yang menyimpan gabah di lumbung padi bertahun-tahun, tetapi kualitas berasnya pas digiling masih bagus. "Mbah (kakek) saya kan petani. itu gabah disimpan 3 tahun masih aman, bagus," lanjutnya.

Gudang-gudang yang selama ini dipakai simpan beras akan digunakan menyimpan gabah. Lanjut Buwas, perubahan sistem ini juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Nanti ada lapangan pekerjaan. Cost juga lebih murah. Karena lebih murah daripada nyimpan beras. Ini cara pola pikir saya," tukasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel