Daftar 200 Penceramah Rekomendasi Kementerian Agama


Kementerian Agama merilis 200 nama penceramah yang moderat. Nama-nama itu menjadi rekomendasi untuk mengisi ceramah di masjid-masjid Tanah Air.

"Ya, jadi memang Kemenag baru saja mengeluarkan nama-nama penceramah karena dalam beberapa hari terakhir kami banyak mendapat pertanyaan dari sejumlah kalangan terkait kebutuhan untuk bisa mendapat penceramah yang baik," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.

Dari daftar itu di antaranya terdapat nama Said Aqil Siraj, Abdullah Gymnastiar (AA Gym), Dahnil Anzar Simanjuntak,  Habib Jindan bin Novel bin Salim, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf, Habib Alwi bin Yahya, Goodwill Zubir, Habib Ahmad Al Kaff, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan, Ma'ruf Amin, Muhammad Din Syamsuddin, Nasaruddin Umar, Moh Arifin Ilham, Habib Lutfi bin Yahya, Habib Nabil Al Musawa, Habiburrahman el-Shirozy, serta Haedar Nasir.

Kemudian, Oman Fathurrahman, Mohammad Sidiq,  Muhsin Salim, Muhbib Abdul Wahab, Yusuf Mansur, Yahya Cholil Tsaquf, Yusuf Utsman Baisa, Zahratul Hayati,  Zahruddin Sulthani, Zainah Assegaf, Zainuddin Maksum Ali, Zakky Mubarak, Zen Rofiq Fachruddin, Zuhri Ya'qub, Zulfa Mustofa, Arja Imroni.

Adapula Asrorun Ni'am, Atabik Luthfie, Atiqah Noer Ali, Aziz Fakhrurrozi, Badriyah Fayumi, Bakhari Sail At-Tahiri, Bambang Irawan, Barkah Abdul Jalil, Bobby Herwibowo, Busairi Nafis, Choirul Ansori, Cholid Dahlan, Cholil Nafis, Darwis Hude, dan Dedeh Rosidah (Mama Dedeh).

Menurut dia, daftar itu belum final. Kementerian Agama masih terus menjaring nama-nama yang menjadi rekomendasi untuk mengisi ceramah.

"Secara bertahap akan ada susulan, bukan berarti yang tidak termasuk daftar 200 itu bukan penceramah moderat. Tapi yang jelas yang 200 itu sudah benar atas rekomendasi dari sejumlah kalangan," ujar dia.

Namun, politikus PPP itu mengakui rekomendasi tersebut tak wajib diikuti setiap masjid. Nama-nama itu dikeluarkan jika ada yang membutuhkan sosok penceramah yang moderat.

"Sekarang banyak sekali musala, majelis taklim di kementerian, lembaga, instansi BUMN, dan mereka meminta masukan itu, sehingga kita memenuhi," kata dia. [medcom.id/]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel