Eks Aktivis Trisakti Desak Jokowi Tuntaskan Tragedi 12 Mei '98


Tragedi 12 Mei 1998 atau lebih dikenal sebagai Tragedi Trisakti tepat berusia 20 tahun hari ini. Presiden Joko Widodo didesak segera menuntaskan kasus tersebut.

"Mana realisasi janji Jokowi tuntaskan kasus 12 Mei 1998 Trisakti? Nyatanya sampai sekarang janji-janji manis itu kan sampai sekarang tidak ada kejelasan, tidak ada progresnya sampai dimana," ujar mantan aktivis Trisaksi 1998 Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (11/5/2018) malam.

Tragedi Trisaksi merupakan salah satu dari 7 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang saat dipelajari oleh pemerintah. Penuntasan kasus pelanggaran HAM di masa lalu juga merupakan bagian dari Nawacita pemerintahan Jokowi-JK.

"Penuntasan kasus pelanggaran HAM berat itu jelas-jelas termuat dalam program Nawacita. Tetapi sampai empat tahun pemerintahan Jokowi tidak ada kejelasan. Janji Jokowi melukai perasaan rakyat Indonesia," kata mantan Presiden BEM Trisakti ini.

Andre mempertanyakan sejauh mana pemerintah mengusut Tragedi Trisakti. Sebab, pemerintahan Jokowi sudah memasuki tahun keempat.

"Sejauh mana penyelesaian kasus tersebut, sudah empat tahun Presiden berjanji kok kasus ini tanda-tanda penyelesaiannya belum jelas," cetus Andre.

Andre yang merupakan politikus Gerindra yakin apabila ketumnya, Prabowo Subianto jadi presiden, dapat menyelesaikan secara tuntas Tragedi Trisakti dalam 100 hari pertama setelah dilantik. Apa alasannya?

"Sebagai politisi Gerindra, saya punya keyakinan Kalau Prabowo jadi Presiden, urusan kasus 12 Mei 1998 Insyaallah 100 hari pemerintahan Prabowo selesai karena Prabowo tidak terlibat dan kami sudah komunikasi dan menyerap aspirasi dari keluarga pahlawan reformasi dan civitas akademika Trisakti mengenai solusi penyelesaiannya," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel