Kepala BIN: Jangan Politisasi Kerusuhan Teroris di Mako Brimob


Kepala Badan Intilejen Negara (BIN), Budi Gunawan menegaskan kepada seluruh pihak untuk tidak menjadikan insiden kersuhan di Rutan Markas Korps Brimob (Mako Brimob) sebagai bahan politisasi. Hal tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial bangsa Indonesia.

Budi mengatakan, jika insiden kerusuhan tersebut diwarnai dengan adanya nuansa politisasi, maka bukan menjadi tidak mungkin terorisme di Indonesia akan semakin menguat.

“Demi menjaga ketahanan sosial bangsa Indonesia, jangan politisasi peristiwa kerusuhan ini untuk tujuan-tujuan politik pragmatis yang justru akan memperkuat kelompok-kelompok intoleran, radikal, dan teroris,” ujar Budi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kamis (10/5/2018).

Budi juga mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak mudah mempercayai informasi simpang siur yang selama ini beredar di media sosial terkait kejadian ini.

“Jangan mudah percaya sumber yang diragukan validitasnya, kecuali bersumber dari otoritas Pemerintah yang bertanggung jawab dalam penanganan terorisme. Mari sama-sama kita lawan segala bentuk tindakan terorisme untuk Indonesia yang damai, aman dan sejahtera,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam kerusuhan ini sebanyak 156 narapidana (napi) teroris melakukan penyanderan terhadap 9 anggota Polri. Dari 9 orang yang disandera tersebut, 5 anggota Polri gugur, sedangkan 4 orang lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka.

Operasi penyandareaan dan pembunuhan sadis terhadap sejumlah anggota Polri tersebut berjalan selama 36 jam. Bahkan, para napi teroris tersebut juga sempat menguasai kurang lebih 30 pucuk senjata api hasil sitaan antiteror yang disimpan di Mako Brimob. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel