Peringati Harkitnas, SBY: Kita Bangsa Besar, Bukan Keledai


Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan tentang semangat Hari Kebangkitan Nasional dan reformasi. Ia menyampaikannya lewat sejumlah cuitan di akun Twitternya @SBYudhoyono.

"Semangat Kebangkitan Nasional 1908, 110 tahun lalu - Menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bebas dari belenggu para penjajah. *SBY*," tulis SBY, dilihat detikcom pada Senin (21/5/2018).

Postingan tersebut mendapat retweet sebanyak 275 kali per pukul 01.00 WIB. Selain itu SBY menyebut tahun 2018 memiliki makna sejarah yang tinggi, yaitu 110 hari kebangkitan nasional, 90 tahun Sumpah Pemuda dan 20 tahun reformasi.

SBY berpesan agar anak muda dapat menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada abad ke 21. Ia meminta generasi muda bersatu dan menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda.

"Jangan sampai generasi sekarang kurang rukun dan kurang bersatu. Berdosa kita kepada para pendahulu. Malu pula kepada generasi mendatang. *SBY*," sambungnya.

Ia mengingatkan amanah reformasi pada 1998 harus dijalankan. Menurutnya kepemimpinan harus berlandaskan keadilan dan demokrasi.

"Semangat dan agenda reformasi 1998, 20 tahun lalu - "koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat". *SBY*," kata SBY.


"Intinya: (1) Kekuasaan tak boleh terlalu absolut, agar kebebasan rakyat & demokrasi hidup. (2) Hukum tegak & tak tebang pilih. *SBY*," tambah SBY.

Ia juga mengingatkan semangat reformasi untuk membangun ekonomi yang adil dan mensejahterakan rakyat. Selain itu dia memperingatkan agar aparat keamanan bersikap netral di pehelatan tahun politik.

"3) Ekonomi adil & menyejahterakan seluruh rakyat. (4) Dlm politik praktis (termasuk pemilu), negara (termasuk TNI, Polri & BIN) netral & tak berpihak. *SBY*," ungkapnya.

Terakhir, SBY berpesan agar anak muda menjalani amanah reformasi. Ia juga meminta bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak melupakan sejarah.

"Generasi sekarang dan mendatang wajib jalankan dan wujudkan amanah reformasi tersebut. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan. *SBY*," pungkasnya.

"Jangan lupakan sejarah. Keledai tak tersandung batu yg sama. Bangsa Indonesia adlh bangsa yg besar, bukan keledai & ingat sejarahnya. *SBY*," tutup SBY mengakhiri cuitannya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel