PKS: Sudrajat-Syaikhu tidak akan dukung Jokowi di Pilpres 2019


Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membuat heboh acara debat kandidat putaran kedua, Senin (14/5). Dalam acara itu, Sudrajat-Syaikhu membentangkan kaus #2019GantiPresiden.

Sebagai partai yang mengusung pasangan itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Sudrajat dan Syaikhu sangat cerdas.

"Cara itu bagaimanapun cerdas membuat heboh dan orang berpikir tentang Pilkada Jabar," kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Rabu (16/5).

Dia juga menilai, aksi itu sebagai bentuk penyampaian informasi yang konsisten. Sebab, kata dia, PKS sebagai partai pengusungnya tidak akan mendukung Presiden Joko Widodo maju Pilpres 2019.

"PKS melihat apa yang disampaikan Sudrajat-Syaikhu adalah informasi yang konsisten dan istiqomah. Bahwa Sudrajat-Syaikhu konsisten sesuai pilihan partai pengusungnya tidak akan mengusung Pak Jokowi di 2019," ucapnya.

Diketahui, dalam debat Pilgub Jabar di Balairung UI sempat ricuh. Hal itu terjadi, closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5). [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel