Polemik Subsidi BBM Jokowi, Demokrat Klaim SBY Lebih Unggul


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyebut program subsidi bahan bakar minyak (BBM) di era Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY unggul.

Hal itu menanggapi cuitan SBY di akun twitternya @SBYudhoyono yang menyebut Presiden Joko Widodo menyalahkan kebijakan subsidi di eranya.

"Kita ketahui program dari pak SBY program subsidi BBM program yang betul-betul unggul dan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Agus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/5).

Agus bilang selain subsidi BBM, program seperti bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sekolah, dan program beasiswa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kendati begitu, menurutnya baik Jokowi maupun SBY mempunyai kebijakannya masing-masing yang tujuannya untuk masyarakat.

"Kami rasa semua kebijakan itu pasti bagus karena semua tujuannya untuk masyarakat," kata dia.

Senada, politikus PDIP Maruarar Sirait menilai cuitan SBY merupakan bentuk perbedaan kebijakan dalam suatu era pemerintahan.

"Ya, dia mau menyampaikan bahwa ada perbedaan soal kebijakan soal BBM tapi biarlah. itu, kan, ada substansi-substansinya jelas ada perbedaan soal kebijakan subsidi BBM," kata Ara kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

Perbedaan kebijakan terkait subsidi itu menurutnya karena ada perbedaan situasi secara makro ekonomi di era Jokowi dan SBY. Ara menyatakan perbedaan kebijakan terkait subsidi BBM tersebut patut dihormati.

"Secara substansi setiap pemerintahan punya kebijakan, punya visi yang sendiri-sendiri, yang berbeda, ada yang sama. Tentu itu sesuatu yang harus dihormati, ya, bagi demokrasi dari kebijakan soal bagaimana mengelola subsidi BBM," terangnya.

Ara lantas mengapresiasi cuitan SBY tersebut. Menurutnya meski berbeda pandangan, SBY mengingatkan untuk sabar kepada kader Partai Demokrat serta melihat situasi keamanan yang ada saat ini.

Ara menyebut kicauan SBY menunjukkan kedewasaan sikap dalam menanggapi perbedaan kebijakan subsidi BBM tersebut.

Selain itu, Ara bilang hubungan Jokowi dan SBY tidak terganggu meski ada perbedaan terkait kebijakan subsidi BBM.

"Yang saya tahu hubungan pak Jokowi dan pak SBY sangat baik dalam komunikasi politiknya dan itu dibuktikan dengan berapa kali kan pertemuan pak Jokowi hadir dalam acara Demokrat pak SBY dan mas Agus juga dayang ke istana," tuturnya.

SBY lewat akun twitternya SBY kemarin mengungkit pernyataan Jokowi mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi di masa kepemimpinannya. Meski dikiritik Jokowi, SBY meminta kepada mantan menteri hingga kader Partai Demokrat untuk tetap sabar.

"Pak Jokowi intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*," kata SBY melalui akun twitter @SBYudhoyono.

Namun, SBY tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari cuitannya tersebut. Menurutnya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjelaskan cuitannya, karena Indonesia tengah menghadapi masalah ekonomi, politik, dan keamanan.

"Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, dan ekonomi. *SBY*," terangnya. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel