5 Hal yang Perlu Diketahui soal LPG 3 Kg Nonsubsidi

Foto:Aditia Novianysah/kumparan

PT Pertamina (Persero) berencana mengeluarkan LPG 3 kg nonsubsidi. Sesuai namanya, LPG ini akan dijual oleh Pertamina dengan harga lebih mahal dari LPG 3 kg tabung melon yang disubsidi.

Berikut rangkuman kumparan tentang 5 hal yang perlu diketahui dari LPG 3 kg nonsubsidi:

1. Diluncurkan 1 Juli 2018

LPG 3 kg nonsubsidi akan diluncurkan pada 1 Juli 2018 atau pekan depan. Rencana ini disampaikan Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada 23 Mei lalu.

2. Harganya Sekitar Rp 39 Ribu per Tabung

Karena tidak disubsidi, LPG 3 kg yang baru akan dijual dengan harga pasar. Saat ini harga LPG 3 kg subsidi sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung.

Lalu berapa harga LPG 3 kg nonsubsidi yang akan dijual Pertamina pekan depan?

Saat ditemui di acara halalbihalal Kementerian ESDM, Nicke belum bisa mengatakan berapa harganya. Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno yang mengatakan harga jual LPG 3 kg nonsubsidi sekitar Rp 39 ribu per tabung.

3. Warna Tabung Akan Dibedakan dengan LPG 3 Kg Subsidi

Nicke juga mengatakan nantinya bentuk fisik LPG 3 kg nonsubsidi akan berbeda dengan LPG 3 kg subsidi. Adapun perbedaan mencolok dari kedua tabung gas itu adalah warna.

“Yang membedakan warnanya. Warnanya nanti apa ya, kita lagi cari warnanya,” katanya.

Selain dari sisi warna, menurut Nicke, fisik tabung LPG 3 kg nonsubsidi tersebut tak ada tulisan khusus untuk masyarakat miskin seperti LPG 3 kg subsidi. Hal itu diyakini dapat mengurangi potensi kecurangan penjualan LPG 3 kg nonsubsidi.

“Ada juga masyarakat mampu yang memerlukan LPG 3 kg, pasti tidak ada tulisan khusus masyarakat miskin. Itu tidak ada tulisan itu, mengurangi (potensi kecurangan),” tegasnya.

4. Ditujukkan untuk Masyarakat Mampu

Dengan dibedakannya harga, warna tabung, dan tulisan “untuk masyarakat miskin” dihapus, LPG 3 kg nonsubsidi memang ditujukkan bagi mereka yang mampu secara ekonomi.

Sejak dikeluarkan pada 2007 lalu, masyarakat mampu dengan bebas menggunakan LPG 3 kg subsidi lantaran pemerintah tidak melarangnya. Keadaan ini membuat konsumsi tabung gas melon membengkak dari tahun ke tahun.

Merujuk pada data Pertamina, terjadi kenaikan konsumsi LPG 3 kg dalam tiga tahun terakhir. Tercatat di 2015, konsumsi LPG mencapai 5,567 juta Metrik Ton (MT). Sedangkan di 2016 menjadi 6,005 juta MT, dan di 2017 naik lagi menjadi 6,305 juta MT.

Tahun ini realisasi penyaluran LPG 3 kg bersubsidi diperkirakan akan kembali membengkak, melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2018 sebesar 6,45 juta MT. Pertamina memprediksi realisasi penyaluran LPG 3 kg tahun ini sekitar 6,7 juta MT atau over kuota sebesar 250 ribu MT.

Meski akan ada tabung LPG 3 kg nonsubsidi, baik Pertamina maupun pemerintah menjamin tidak akan mengurangi pasokan LPG 3 kg untuk warga tidak mampu dan usaha kecil menengah.

5. Akan Jadi Varian ke-4 Bright Gas

LPG 3 kg nonsubsidi ini akan masuk ke dalam varian Bright Gas, LPG Pertamina yang tidak disubsidi. Dengan begitu, produk ini akan disebut Bright Gas 3 kg.

Saat ini Bright Gas sudah punya 3 varian jenis tabung, yakni tabung ungu dengan berat 12 kg, tabung merah jambu dengan berat 5,5 kg, dan kaleng dengan berat 220 gram. Rencananya, tabung 3 kg ini akan menjadi varian ke-4 dari Bright Gas. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel