Ingatkan Prabowo, Golkar: Ekonomi Jangan Jadi Gorengan Politik

Foto: Wasekjen Golkar M Sarmuji (dok. pribadi)

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan utang RI sudah sampai taraf membahayakan karena sudah mencapai angka Rp 9.000 triliun.Golkar mengingatkan agar isu ekonomi tidak menjadi bahan 'gorengan' politik.

"Biar tidak misleading, kembalikan utang dalam bingkai ekonomi jangan menjadi gorengan politik," ujar Wasekjen Golkar Sarmuji kepada wartawan, Senin (25/6/2018). Sarmuji menjelaskan, hal ini bisa berdampak buruk bagi perekonomian negara. Bisa jadi, tak ada investor yang mau menanamkan modal lantaran kegaduhan politik yang terus terjadi.

"Nanti orang luar menilai dalam perspektif pengelolaan utang baik, tapi secara politik gaduh berlebihan yang bisa menjadi penyebab investasi enggan masuk," sebut anggota DPR yang duduk di Komisi XI itu.

Meski begitu, Sarmuji tak menutup mata bahwa kritik yang disampaikan Prabowo sebagai upaya mengingatkan pemerintah. Namun, sekali lagi, isu tersebut tak perlu didramatisir.

"Sebagai usaha untuk mengingatkan supaya tetap waspada bagus saja, tetapi tidak perlu ada dramatisasi dengan memberi tambahan aksesoris yang berkesan mengerikan," ucapnya.

"Jika isu utang semata ekonomi, pembahasannya akan lebih jernih menyangkut dalil-dalil ekonomi dengan parameter yang lebih jelas dan terukur," imbuh Sarmuji.

Dia pun menegaskan, kondisi utang RI saat ini terkelola dengan baik. Sarmuji menyatakan, rasio utang RI dengan produk domestik bruto (PDB) masih dalam kategori aman.

"Faktanya secara ekonomi utang kita terkelola dengan baik dengan rasio sekitar 29 persen dari PDB jauh lebih rendah dari Malaysia yang di atas 50 persen. Rasio seperti itu dalam ukuran ekonomi masih dalam kategori aman," jelasnya.

"Demikian juga dengan utang swasta yang pada tahun 1997/1998 tidak tercatat, sekarang terpantau dengan baik di bank sentral. Oleh karena itu tidak heran jika lembaga pemeringkat internasional menempatkan ekonomi Indonesia dalam kategori baik," sambung Sarmuji.

Sebelumnya, Prabowo melontarkan kritik atas utang Indonesia saat ini. Mengutip data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Prabowo menyebut total utang RI sampai hari ini hampir Rp 9.000 triliun.

Prabowo menampilkan slide tentang utang RI. Di bawah slide itu, tampak sumber data yang dipakai Prabowoadalah 'Statistik Uang Sektor Publik, Kementerian Keuangan, 2018, Asumsi Kurs Rp 14.000 per US$ 1; Per Tutup Tahun 2017'.

"Utang-utang kita sudah sangat membahayakan. Selain utang pemerintah, ada utang lembaga-lembaga keuangan milik pemerintah dan utang-utang BUMN. Kalau dijumlahkan sungguh sangat besar," ucap Prabowo di Jl Widya Chandra IV, Jakarta, hari ini. Pernyataan 'berbahaya' itu disampaikan Prabowo dengan mengutip data lembaga Moody's yang jadi sumber rujukan berita Bloomberg. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel