Polri Tegaskan Siap Amankan Pilkada Serentak dari Ancaman Terorisme

Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Polri menyatakan telah siap mengamankan Pilkada serentak pada 27 Juni mendatang. Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi apabila ada kericuhan dalam pilkada, termasuk antisipasi terhadap ancaman terorisme.

"Pengamanan pilkada sudah siap, sekarang semua aparat keamanan yang terlibat, sudah settled. Untuk pengamanan kita sudah siapkan cadangan 22 ribu orang," ujar Syafruddin di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6).

Dia menegaskan Polri saat ini sangat fokos pada proses pelaksaan pilkada agar berjalan sesuai dengan rencana. Ia juga menyebut perlengkapan untuk Pilkada sudah mulai di distribusikan ke seluruh wilahah di Indonesia. "Proses perjalanan kotak suara dan perlengkapan pilkada sudah menuju ke titik. Karena itu kita fokus ke sana. Sehingga kita bisa menjamin kondusifitas penyelenggaraan pilkada," ujarnya.

Ketika disinggung mengenai dugaan aksi terorisme yang terjadi di Depok, kaitanya dengan Pilkada, Syafruddin mengatakan kepolisian masih melakukan  pengembangan lebih lanjut. Namun ia mengungkapkan, aksi terorisme di Depok ada kaitanya dengan kejadian aksi teror di Jawa Timur dan Riau.

"Operasi pengembangan lagi, sebenernya ini semua masalah case (kasus) yang terjadi di Jawa Timur dan di Riau. Jadi masih dalam dalam proses pengembangan. Masih kaitannya dengan itu," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang terduga teroris telah ditangkap Densus 88 di Jalan Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat. Ketiganya yakni Ahmad Syarifudin, Abdul Aziz Waluya dan MM. Ahmad dan Abdul ditembak di tempat karena berusaha melawan petugas. Sementara MM berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi penangkapan pertama di Jl Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok. Ketiganya, diduga akan melaksanakan aksi teror saat Pilkada Jabar pada 27 Juni mendatang. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel