Prabowo Tak Yakin Indonesia Negara Terkuat 2045 Bisa Terwujud


Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiantokembali menyentil sejumlah elite atau pejabat pemerintah yang asal bicara dengan selalu menggembar-gemborkan Indonesia akan menjadi raksasa ekonomi dunia di tahun 2045.

Padahal, ungkap Prabowo, beberapa indikator menunjukkan Indonesia berada dibawah rata-rata negara-negara di di dunia. Salah satu yang diungkap Prabowo adalah indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Saya buka kondisi Indonesia saat ini, ada beberapa indikator yang menunjukkan Indonesia bagaimana. Di sisi IPM, dari 200 negara Indonesia di ranking 113," kata Prabowo saat acara Halal Bihalal Prabowo bersama warga Jawa Tengah di Kompleks PRPP Semarang, Sabtu (23/6).

Berada di peringkat 113, Indonesia kata Prabowo, ada dibawah Mongolia. Indonesia, kata mantan Danjen Kopassus itu berada di atas Armenia yang memiliki populasi 3 juta penduduk. Indikator IPM sendiri menilai harapan hidup, penghasilan dan tingkat pendidikan suatu negara.

"Kayak begini kok elite selalu bilang tahun 2045, kita akan jadi raksasa ekonomi dunia. Nanti di tahun 2042, bilang akan jadinya tahun 2085. Ini kayak main bola tapi tiang gawangnya selalu dipindah-pindah," sindir Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodomengatakan Indonesia diperkirakan masuk lima besar ekonomi terkuat pada 2045. Terkait itu, dia berpesan seluruh masyarakat terutama generasi muda harus bekerja keras dan tidak manja supaya perekonomian Indonesia menguat.

"Menuju ke sana negara besar tidak mungkin bermalas-malasan atau bermanja-manjaan. Instan loncat ke sana juga tidak mungkin, tidak ada rumusnya," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (9/4), saat memberi pengarahan kepada 365 siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah pagi ini.

Jokowi menegaskan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki banyak sumber daya manusia dan sumber daya alam guna mendukung penguatan perekonomian.

Kedatangan Prabowo ke Semarang sendiri ini tak lepas dari hari terakhir kampanye Pilkada Jawa Tengah. Gerindra mengusung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah yang juga didukung PKB, PAN dan PKS untuk menghadapi pasangan Ganjar Prabowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Golkar, Hanura dan Demokrat. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel