Sandiaga Sangsi Jokowi Murni Jalankan Tugas Tanpa Kampanye


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sempat dikritik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Kritikan itu terkait pernyataan Sandi yang menyamakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Kritikan itu pun menjadi catatan khusus untuk orang nomor dua di DKI Jakarta ini. Sebab, Sandi mengaku berbicara seperti itu bukan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta melainkan politikus Partai Gerindra. Namun, hal tersebut pun menjadi pertanyaan bagi Sandi.

Dia bilang apakah sistem di Indonesia memperbolehkan seorang pejabat tinggi negara dan pemerintahan yang berasal dari pertugas partai tak memiliki hak untuk mengutarakan pendapat politik yang bersebrangan. Menurut dia, harus ada aturan yang jelas mengenai hal tersebut.

"Saya juga petugas partai kan. Apakah saya tidak diperbolehkan sama sekali mengutarakan pendapat? Nah ini mesti dipikirkan matang-matang," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga menanyakan posisi presiden. Menurut Sandi apakah Jokowi saat ini murni menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara atau ada agenda selipan kampanye di sela-sela tugas Jokowi mengingat nuansa kontestasi politik menjelang Pilpres 2019 sudah mulai terasa.

"Kalau Presiden itu sekarang menjalankan tugas, apakah dia (juga sekaligus) berkampanye sebagai calon presiden yang diusung partai? Apa dia berkampanye sebagai presiden yang lagi dalam pekerjaan? Nah ini yang menjadi pertanyaan dan self criticism buat kita semua," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambungkan pernyataan orang nomor dua di DKI itu. Menurutnya, pernyataan Sandi sangat tidak etis.

"Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiago Uno dikaitkan Pak Jokowi dan mantan PM Malaysia," kata Tjahjo, Senin, 28 Mei 2018. [metrotvnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel