Amien Rais Sindir Bohong, Ini Fakta Nego Divestasi Saham Freeport

Foto: Lamhot Aritonang

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dalam sebuah acara halalbihalal menyampaikan jika proses divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) hanyalah kebohongan pemerintah belaka. Hal itu karena seluruh operasional tambang di Papua masih dikerjakan PTFI.

"Seolah-olah kita sudah senang, karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka gitu," ujar Amien di aula Masjid Al-Furqon, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Namun Amien tidak mau melanjutkan ucapannya soal Freeport itu. "Saya tidak ingin mendalami ini karena ada yang lebih ahli, nanti saya bisa keliru," ujarnya.

Sebelum Amien Rais melontarkan sindiran tersebut, pemerintah telah menandatangani Head of Agreement (HoA) proses divestasi 51% saham PTFI. Penandatanganan dilakukan CEO Freeport McMoRan inc, Richard Adkerson dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Agenda tersebut berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018). Freeport McMoRan (FCX), kode saham di New York Stock Exchange/NYSE) adalah induk PTFI, dan Inalum adalah BUMN yang akan membeli 51% saham. Setelah nanti proses divestasi terjadi, maka porsi 51% saham PTFI beralih ke Inalum, dan 49% sisanya dipegang Freeport McMoRan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%. Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada tanggal 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, dimana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10% dari kepemilikan saham PTFI.

"Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018," ujar Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (14/7/2018).

3,5 tahun negosiasi alot

Sri Mulyani mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia. Dengan ditandatanganinya pokok-pokok Perjanjian ini, kerjasama FCX dan INALUM diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

Sebelum penandatanganan HoA di sore hari, Kamis paginya Presiden Joko Widodo Jokowi mengatakan telah menerima laporan Inalum sudah sepakat dengan PTFI untuk meningkatkan kepemilikan saham. Saat ini, kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia sebesar 9,36%.

"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengan Freeport pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51% dari yang sebelumnya 9,36%. Alhamdulillah," kata Jokowi di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/7/2018).

Jokowi menceritakan bagaimana perjuangan negosiasi divestasi saham PTFI menjadi 51% yang memakan waktu hingga 3,5 tahun.

"3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot dan sangat intens sekali, tapi memang kita kerjain ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," kata Jokowi.

Mengenai kesepakatan dengan PTFI, Jokowi mengatakan bahwa semuanya sudah disepakati dengan PT Inalum (Persero). Kesepakatan ini tinggal ditandatangani yang rencananya dilakukan sore ini di Kementerian Keuangan.

"Namanya sudah deal, tinggal tanda tangan. Teknis masih ada di menteri," ujar Jokowi.

HoA mengikat

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan perhitungan saham ini akan dilakukan dengan berbagai hal. Mulai dari adanya rights issue atau penerbitan saham baru, hingga terjadi delusi saham PTFI yang telah dimiliki Pemerintah Indonesia sebesar 9,36% menjadi 5,6%.

Lalu saham Freeport McMoRan dari 90,64% menjadi 80,64%, sementara Participating Interest (PI) Rio Tinto menjadi saham sebesar 40%. Dengan begitu total saham pemerintah Indonesia melalui Inalum dari hasil konversi saham Rio Tinto ditambah delusi saham Indonesia saat ini, totalnya menjadi 45,6%.

Kemudian, 45,6% saham tersebut akan ditambahkan dengan pembelian saham baru yang dilakukan Pemerintah Indonesia kepada PTFI sebesar 5,4%, maka jumlah sahamnya menjadi 51%.

"Itu semua sudah kami ambil alih, nanti akan terstruktur menjadi saham. PI Rio Tinto saja tidak cukup, makanya kami beli juga saham Indocopper. Indocopper 100% akan dimiliki oleh Inalum," jelasnya.

Kemudian, Rini menyampaikan HoA ini mengikat. "Mengikat dong yang tanda tangan hari ini. Tapi jangan lupa Izin Usaha Pertambangan (IUPK) yang tadi dikatakan pak Jonan itu dikeluarkan setelah divestasi diselesaikan. Jadi PT Freeport Indonesia sudah 51% dan Freeport McMoRan 49%," ujar Rini.
[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel