Demokrat-Gerindra Berkoalisi, Golkar: Parpol Pendukung Jokowi Tak Merasa Terancam!


Geliat Partai Demokrat yang belakangan gencar menunjukkan kemesraannya bersama Partai Gerindra mengindikasikan kuat akan membangun mitra koalisi. Kondisi ini nampaknya sekaligus memperjelas posisi Demokrat untuk tidak bergabung ke partai koalisi pemerintah.

Hari ini, Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan. Keduanya menggelar pertemuan tertutup. Disebut-sebut pertemuan itu membahas soal Pilpres 2019 nanti.

Bahkan, Presiden ke-6 RI menegaskan, tidak menentukan syarat bagi Prabowo dalam menentukan siapa yang akan dipilihnya nanti sebagai cawapres. SBY menyerahkan sepenuhnya kepada mantan Danjen Kopassus itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji mengatakan, pihaknya tidak merasa dalam posisi 'terancam' dengan posisi Demokrat yang lebih memilih Gerindra dibandingkan dengan partai koalisi pemerintah.

Ia menganggap pilihan masing-masing partai merupakan suatu keharusan untuk nantinya bertarung dalam Pemilu.

"Koalisi pendukung Pak Jokowi sama sekali tidak merasa terancam. Dalam demokrasi, kontestasi adalah keniscayaan," kata Sarmuji saat dikonfirmasi Okezone, Senin (30/7/2018).

Ia lebih melihat hal itu merupakan sinyal bagi partainya dan mitra koalisi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi siapa pun yang akan menjadi lawan di Pilpres nanti.

"Konsekuensi kontestasi adalah ada dua atau lebih calon yang akan bertanding. Jadi, tidak ada rasa terancam, yang ada kami harus mempersiapkan diri siapa pun yang akan diusung oleh koalisi penantang Pak Jokowi," tukasnya.

Sebelumnya, Partai Golkar pernah mengajak Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi di Pilpres. Namun, rayuan Partai Golkar ini tak mampu meluluhkan Partai Demokrat untuk bergabung ke koalisi Jokowi.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily mengatakan, partai yang dipimpin SBY itu lebih memilih untuk koalisi yang sedang dibangun Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel