Jalan kaki 30 km, korban bau busuk PT RUM datangi kediaman Ibunda Jokowi buat curhat

Foto: Merdeka.com

Kasus bau busuk yang ditimbulkan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) belum selesai. Meskipun pabrik produsen serat rayon tersebut sudah ditutup sejak 23 Februari lalu.

Puluhan warga Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo hari ini rela berjalan sejauh, 30 kilometer menuju kediaman Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo di Sumber, Solo.

Selain warga, mereka juga terdiri dari keluarga terdakwa kasus perusakan fasilitas PT RUM, anggota Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) dan sejumlah mahasiswa. Para peserta aksi ini mengaku ingin mencurahkan isi hati kepada Sujiatmi, atas kasus yang dialami 7 orang aktivis lingkungan yang ditangkap polisi.

"Kami mau menemui ibu Sudjiatmi untuk bersilaturahmi saja. Tujuannya agar beliau tahu dengan kondisi yang sebenarnya yang dialami warga Plesan dalam memperjuangkan lingkungan kami," ujar Ketua MPL Eko Suryadi, Senin (30/7).

Eko mengatakan, pihaknya juga menyiapkan surat untuk dititipkan ke Sudjiatmi agar diteruskan ke Presiden Jokowi. Dengan demikian, dia berharap 7 kawan mereka bisa di bebaskan.

Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Sukoharjo. Meskipun cuaca panas, mereka antusias dan sesekali berhenti untuk beristirahat, mengingat sebagian peserta aksi ada ibu-ibu yang ingin anaknya dibebaskan.

Selain aparat kepolisian, mereka juga dikawal warga lainnya yang mengendarai sepeda motor dan mobil sebagai antisipasi ada warga yang tidak kuat berjalan.

Aksi longmarch ini dimulai dari Desa Plesan sekitar pukul 09.00 Wib dan pukul 16.30 WIB. Sesampainya di Solo pada sore hari, rombongan dicegat oleh aparat Polresta Surakarta.

Mereka hanya boleh melakukan aksinya di kali Jenes, yang berjarak sekitar 2 km dari kediaman pribadi Ibunda Presiden.

"Tadi kami mulai aksi jalan kaki dari rumah Sutarno di Desa Plesan dan berangkat dengan berjalan kaki. Ini salah satu upaya kami agar anak kami bisa dibebaskan karena mereka saya yakin tidak bersalah dan mereka adalah korban, mungkin saya tidak kuat berjalan tapi demi anak saya dan yang lain saya harua kuat," ucap Ibu salah satu terdakwa Brilian. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel