Jokowi Umumkan Cawapres Saat Cerah, Gerindra: Emang Mendung?

Foto: dok. Andre Rosiade

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut nama cawapres Joko Widodo akan diumumkan saat cuaca cerah. Partai Gerindra merasa bingung.

"Kalau kita lihat kubu Pak Jokowi belum percaya diri. Masih menunggu cuaca cerah, emang yang mendung di mana? Katanya surveinya tinggi?" kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Andre punya tafsir soal cuaca cerah ini. Menurutnya, koalisi Jokowi masih punya keraguan soal cawapres. Dia juga menyinggung soal soliditas koalisi Jokowi.

"Jadi pernyataan Bu Mega menunggu cerah, itu menunjukkan kubu koalisi Jokowi masih menunggu sebenarnya siapa sih cawapres Pak Prabowo. Karena kan kita mendengar koalisinya sudah solid, kedua surveinya Jokowi udah menang, lalu namanya udah di kantong, bahkan ditegaskan dari Bu Mega, apa lagi yang ditunggu?" beber Andre.

"Kalau udah yakin menang, udah solid, apa yang masih ditunggu?" imbuhnya.

Andre lalu bicara maksud mendung yang disampaikannya di atas. Mendung itu, kata Andre, artinya koalisi Jokowi masih belum solid soal nama cawapres Jokowi yang disebut-sebut sudah berada di kantong Jokowi.

"Mendung itu mungkin partai koalisi masih menolak nama Pak BG atau Bu Puan yang diusulkan Bu Mega. Jadi masih mendung koalisinya," ucap Andre.

Sebelumnya, Megawati bertemu Jokowi Minggu (8/7) malam di Istana Batu Tulis, Bogor. Megawati mengatakan nama cawapres Jokowi sudah mengerucut dan tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.

"Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar," ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang disampaikan Hasto.

Pendapat soal menunggu cuaca cerah diperjelas Hasto. Menurutnya, hal itu bisa diartikan mengintip siapa yang bakal menjadi lawan Jokowi.

"Ya macam-macam. Bisa kita lihat dukungan dari partai lain, kan kita terus melakukan lobi-lobi. Bisa melihat untuk mengintip dulu kira-kira dari pihak sana yang dicalonkan siapa. Kemudian juga momentumnya, karena sekali lagi setiap peristiwa politik harus dikalkulasi secara matang seluruh aspeknya," kata Hasto usai membuka Workshop Kaderisasi di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pagi ini.  [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel